Perubahan Tata Laksana Medis di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Disiplin Mandiri
- 08 Mei 2026 11:24 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Pamekasan - Menjelang keberangkatan yang tinggal menghitung hari, Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan memberikan edukasi krusial terkait perubahan aturan layanan kesehatan di Arab Saudi.
Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin menyampaikan bahwa saat ini tidak diperbolehkan lagi mendirikan pos layanan kesehatan mandiri seperti Balai Kesehatan Haji Indonesia di sektor-sektor tertentu.
“Sebagai gantinya, layanan kesehatan kini diambil alih sepenuhnya oleh otoritas Arab Saudi, di mana jemaah akan diarahkan langsung ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat melalui koordinasi tenaga musiman (temus) yang bersiaga di lapangan,” ucapnya, Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam menghadapi perubahan protokol ini, jemaah diminta untuk tidak panik jika terjadi kondisi darurat di tengah ibadah. Tim kesehatan kloter yang terdiri dari dokter dan perawat akan tetap mendampingi dan siap melakukan rujukan ke klinik atau rumah sakit di Arab Saudi jika diperlukan.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk mengenali ciri petugas haji melalui seragam khas guna mempercepat pelaporan jika mengalami kendala kesehatan mendadak selama menjalani rangkaian rukun haji.
“Segera lapor kepada teman-teman yang ada disana, biasa seragamnya kan warna biru, nanti akan diarahkan untuk mendapatkan pengobatan,” katanya, menambahkan.
Menutup arahannya, Saifudin mengimbau para keluarga jemaah di rumah agar tetap tenang dan mendukung kondisi mental jemaah. Calon jemaah haji diharapkan mulai membatasi aktivitas fisik, tidak terlalu banyak menerima tamu agar waktu istirahat tercukupi, serta menghindari stres.
Pesan utama bagi para jemaah adalah transparansi terhadap kondisi fisik sendiri, jemaah diminta jangan sungkan untuk segera melapor kepada petugas kesehatan kloter jika mulai merasa tidak sehat agar penanganan dini dapat segera dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....