Tiga Warga Sampang Terlibat Perkelahian, Diduga Motif Asmara

  • 25 Jul 2026 19:31 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Perkelahian menggunakan senjata tajam terjadi di Dusun Jeblung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jumat malam, 24 Juli 2026. Insiden itu menyebabkan tiga pria mengalami luka-luka dan kini seluruh pihak yang terlibat diamankan Polres Sampang.

Kasatreskrim Polres Sampang Iptu Nur Fajri Alim mengatakan tiga pria yang terlibat berinisial S (60), warga Desa Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang, serta H (44) dan H.R (51), warga Desa Masaran, Kecamatan Banyuates. "Seluruh pihak yang terlibat telah diamankan dan saat ini sedang menjalani proses penyelidikan dan penyidikan di Polres Sampang," katanya, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut Nur Fajri, peristiwa bermula sekitar pukul 20.50 WIB saat S mengendarai sepeda motor dari arah selatan dan berpapasan dengan H.R yang berboncengan sepeda motor dari arah berlawanan di Jalan Dusun Jeblung.

"Saat berpapasan, sepeda motor yang dikendarai H.R diduga menabrak kendaraan milik S hingga memicu cekcok. Keduanya kemudian terlibat perkelahian menggunakan kayu, namun sempat dilerai oleh warga yang berada di lokasi," ujar Nur Fajri.

Perselisihan tidak berhenti di lokasi kejadian. H.R kemudian mendatangi rumah sepupunya, H, dan menceritakan peristiwa tersebut. Setelah itu, H diduga mengajak H.R mengambil celurit untuk mencari S.

Ketiganya akhirnya bertemu di depan sebuah bengkel motor di Dusun Jeblung. Perkelahian kembali pecah dan melibatkan senjata tajam berupa celurit serta parang hingga menyebabkan ketiganya mengalami luka.

"H mengalami luka sayatan senjata tajam di paha kanan serta luka pada siku kanan. H.R mengalami luka pada tangan kanan, sedangkan S mengalami luka pada tangan kanan dan bagian belakang kepala," kata Nur Fajri.

Polisi mengamankan pakaian para pelaku yang berlumuran darah sebagai barang bukti. Sementara senjata tajam dan sepeda motor yang diduga digunakan masih dicari karena diduga disembunyikan keluarga pelaku.

"Menurut penyelidikan awal, perkelahian diduga dipicu rasa sakit hati dan dendam yang berkaitan dengan dugaan hubungan asmara antara S dengan ibu H.R. Dugaan motif tersebut masih terus didalami penyidik," ujar Nur Fajri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....