Kasus Kekerasan pada Anak Guncang Sampang, Orang Tua Diminta Waspada

  • 09 Jul 2026 13:31 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Seorang anak perempuan berinisial RR berusia 15 tahun menjadi korban kekerasan seksual yang melibatkan 27 terduga pelaku di Kecamatan Sampang.
  • Kapolres Sampang AKBP Hartono menekankan bahwa pelaku sering membangun kedekatan dengan korban melalui lingkungan pertemanan sebelum melakukan tindak pidana.
  • Pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak, termasuk interaksi media sosial, harus ditingkatkan untuk mencegah eksploitasi oleh pelaku kejahatan seksual.

RRI.CO.ID, Sampang – Rentetan kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan anak muda di Kabupaten Sampang menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat. Dalam kasus terbaru, seorang anak perempuan berinisial RR (15), warga Kecamatan Sampang, diduga menjadi korban kekerasan seksual yang melibatkan hingga 27 terduga pelaku.

Kapolres Sampang AKBP Hartono menilai kasus tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap pergaulan remaja. Menurutnya, banyak pelaku diduga mengenal korban melalui lingkungan pertemanan sebelum akhirnya memanfaatkan kedekatan itu untuk menjalankan aksinya.

"Orang tua harus benar-benar mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai mereka mudah mengikuti ajakan teman atau orang yang baru dikenal, baik secara langsung maupun melalui media sosial," kata Hartono saat konferensi pers, Kamis 9 Juli 2026.

Hartono mengingatkan bahwa pelaku kejahatan seksual kini tidak selalu menggunakan kekerasan sejak awal.

"Mereka kerap membangun kedekatan dengan korban, mengajak berkumpul, lalu membawa korban ke lokasi yang sepi sebelum diduga melakukan tindak pidana. Modus seperti ini, harus menjadi perhatian bersama," jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak menganggap persoalan kekerasan seksual sebagai urusan pribadi korban semata. Menurutnya, pembiaran terhadap lingkungan pergaulan yang tidak sehat justru membuka ruang bagi pelaku untuk mencari korban berikutnya.

"Ini menjadi peringatan bagi semua pihak. Jangan lengah mengawasi anak-anak. Pencegahan harus dimulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Kami juga meminta masyarakat segera melapor jika mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan seksual atau keberadaan pelaku yang masih buron," tegas Hartono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....