Sebulan Mengukir Perubahan: di Balik Layar TMMD ke-129 Sampang

  • 13 Agt 2026 19:07 WIB
  •  Sampang

Penulis: Pelda Agustinus, Kapendim 0828/Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Pagi menjelang siang Rabu 12 Agustus 2026 belum sepenuhnya ramai ketika langkah anak-anak Sekolah Dasar mulai terdengar di atas jalan beton Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.

Mereka berbaris, mengatur langkah, mengikuti aba-aba. Sesekali terdengar tawa. Jalan yang baru saja selesai dibangun itu mendadak berubah fungsi, bukan hanya menjadi akses bagi warga, tetapi juga ruang latihan bagi anak-anak sekolah yang tengah bersiap menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Beberapa meter dari sana, tandon-tandon air berdiri di rumah warga. Air yang dahulu sulit diperoleh kini memiliki tempat untuk ditampung. Di sisi lain desa, Puskesmas Pembantu (Pustu) mulai tampil dengan wajah baru. Dan sebuah rumah yang sebelumnya rapuh kini menjadi tempat tinggal yang lebih aman bagi Bu Mahmudah.

Pemandangan itu menjadi gambaran sederhana tentang apa yang telah terjadi di Panyepen selama sebulan terakhir.

Ada jalan yang dibangun, air yang dialirkan, rumah yang diperbaiki, Pustu yang direhabilitasi. Tetapi ada pula sesuatu yang tidak selalu terlihat oleh mata, pengetahuan yang ditanamkan, kesadaran yang dibangun, dan hubungan antara TNI dengan masyarakat yang semakin dekat.

Upacara pembukaan TMMD ke 129 Kodim 0828/Sampang

Semua bermula pada 15 Juli 2026, ketika TMMD ke-129 Kodim 0828/Sampang resmi dimulai di Pendopo Trunojoyo.

Dansatgas TMMD, Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar, bersama Bupati Sampang Slamet Junaidi dan jajaran Forkopimda membuka rangkaian kegiatan yang sejak awal tidak hanya diarahkan untuk membangun infrastruktur.

TMMD, bagi Letkol Dika, adalah jalan untuk mendekatkan pembangunan kepada masyarakat sekaligus memperkuat persatuan.

“TMMD bukan sekadar Pembangunan infrastruktur, tetapi juga kepedulian sosial yang langsung dirasakan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini menjadi dorongan nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga desa," ujar Letkol Dika.

Ketika Panas Tak Lagi Menjadi Alasan

Akhir Juli di Jrengik membawa panas yang menyengat.Debu pembangunan beterbangan. Pekerjaan sumur bor dan jaringan air bersih harus terus dikebut. Material sempat terlambat, tetapi pekerjaan tidak boleh berhenti terlalu lama.

Pada 31 Juli 2026, Brigjen TNI Yanto Reinald Nainggolan selaku Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD turun langsung meninjau lokasi sumur bor dan tandon air.

Di tengah panas dan debu, ia berbincang dengan prajurit, melihat proses pekerjaan, sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai sasaran.

Brigjen TNI Yanto Reinald Nainggolan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD turun langsung meninjau lokasi TMMD 129 Kodim 0828/Sampang. Jumat 31 Juli 2026 (Foto: Pendim Sampang)

“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat persatuan, kepedulian, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong,” ucapnya pada waktu itu.

Kalimat itu terasa relevan dengan apa yang terjadi di lapangan.

Pembangunan bukan pekerjaan satu pihak. Prajurit bekerja, warga ikut membantu. Ketika material datang, tangan-tangan segera bergerak. Ketika pekerjaan membutuhkan tenaga tambahan, masyarakat hadir.

Letkol Dika mengakui tantangan tersebut.

“Meski panas menyengat dan material terlambat, semangat personel dan warga tidak pernah luntur,” katanya.

Bagi warga, setiap pipa yang tersambung bukan sekadar bagian dari proyek pembangunan. Itu adalah jalan menuju kebutuhan paling mendasar: air bersih.

Dan ketika air akhirnya mengalir, penantian panjang seperti menemukan jawabannya.

Samian, Kepala Dusun Bratan, melihat tandon berkapasitas 750 liter yang telah beroperasi dengan rasa lega.

“Sekarang air terus mengalir. Warga tidak lagi kesulitan,” ucapnya dengan tersenyum.

Air yang Mengubah Rutinitas

Pada 12 Agustus, pekerjaan penyediaan air bersih memasuki tahapan penting.

Satgas TMMD bersama warga bergerak dari rumah ke rumah memasang tandon. Ada yang mengangkat, ada yang menempatkan, ada yang memastikan posisi tandon kokoh dan siap digunakan.

Di halaman rumah warga, pemandangan itu terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang selama ini kesulitan memperoleh air, sebuah tandon adalah perubahan besar.

Danramil 0828/06 Jrengik, Kapten Inf Sufyan, mengatakan pemasangan tersebut merupakan hasil kerja bersama.

“Tandon ini lahir dari gotong royong TNI dan warga semoga bermanfaat,” harapnya.

Proses finising tandon air bersih TMMD 129 Sampang

Kotif, salah seorang warga, merasakan langsung manfaatnya.

“Alhamdulillah, sekarang tandon sudah terpasang di rumah kami. Ini sangat membantu warga untuk menampung air bersih,” ujarnya dengan penuh syukur.

Sementara itu, Serma Karnoto bersama personel dan masyarakat menyelesaikan tahap akhir pembangunan sumur bor dan tandon.

Bukan hanya memastikan air dapat digunakan, mereka juga memperhatikan kerapian fasilitas.

Sebab pembangunan yang baik bukan hanya selesai tepat waktu. Ia harus bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya dalam waktu panjang.

Jalan Beton dan Langkah Anak-Anak

Di tengah kesibukan menyelesaikan sasaran fisik, satu per satu perubahan mulai terlihat.

Rabu, 12 Agustus 2026, rabat jalan beton di Desa Panyepen akhirnya memasuki tahap finishing. Pelda Budi bersama personel Satgas dan masyarakat menyelesaikan bagian akhir pembangunan.

Namun sebelum benar-benar menjadi bagian dari rutinitas warga, jalan itu sudah menemukan pengguna pertamanya.

Anak-anak sekolah. Mereka menjadikan jalan beton yang baru selesai tersebut sebagai tempat latihan gerak jalan menjelang peringatan kemerdekaan.

Iren, siswa SDN Jrengik, tersenyum melihat jalan yang kini bisa digunakan.

Siswa SD sedang latihan gerak jalan di atas jalan rabat beton TMMD 129 Sampang

“Jalannya sudah selesai dan mulus. Sekarang kami bisa latihan gerak jalan di sini,” ucapnya di sela istirahat dari latihan bersama teman lainnya.

Ada makna sederhana di balik pemandangan itu.

Sebuah infrastruktur yang dibangun untuk memudahkan mobilitas warga ternyata segera menemukan fungsi lain, menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar disiplin, kebersamaan dan semangat kemerdekaan.

Pelda Budi menyebut keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan.

“Semoga jalan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang menggunakannya untuk berbagai kegiatan positif,” harapnya.

Jalan itu mungkin hanya berupa beton.Tetapi bagi warga Panyepen Sampang, ia adalah penghubung antara satu aktivitas dengan aktivitas lainnya.

Ketika Pustu Mendapat Wajah Baru

Di tempat lain, suara kuas menyapu dinding Pustu Desa Panyepen. Pada 11 hingga 12 Agustus, personel Satgas bersama warga menyelesaikan pekerjaan finishing di fasilitas kesehatan tersebut. Pelda Wardianto mengoordinasikan pekerjaan agar setiap bagian bangunan terselesaikan dengan rapi.

Bagi warga, Pustu bukan sekadar bangunan. Di tempat itu, pelayanan kesehatan berlangsung. Karena itu, perubahan wajah Pustu diharapkan berujung pada perubahan pengalaman masyarakat ketika mendapatkan pelayanan.

Bidan Pustu Desa Panyepen, Maratus Solehah, menyampaikan rasa syukur.

“Alhamdulillah, terima kasih untuk Satgas TNI. Semoga dengan selesainya pembangunan ini, pelayanan kesehatan kepada masyarakat Panyepen semakin nyaman dan baik,” ujar Bidan Pustu berhijab itu.

Zainal, warga setempat, melihat kehadiran prajurit selama proses pembangunan sebagai sesuatu yang memotivasi masyarakat.

“Kehadiran TNI di desa sangat membantu masyarakat,” katanya.

Bagi Pelda Wardianto, kerapian bukan sekadar persoalan tampilan.

“Fasilitas untuk masyarakat harus diberi hasil yang terbaik,” ungkap Wardianto.

Rumah yang Kembali Menjadi Tempat Pulang

Di antara berbagai sasaran pembangunan, ada satu perubahan yang terasa paling personal.Rumah Bu Mahmudah. Sebelum direhabilitasi, rumah itu jauh dari kondisi ideal. Dinding retak dan atap bocor membuat tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman justru menyimpan kekhawatiran.

Pada 11 Agustus 2026, pekerjaan rehabilitasi rumah tersebut rampung.

Dinding yang rapuh diperbaiki. Atap yang bocor dibenahi. Rumah tua itu mendapatkan kehidupan baru.

Bagi Bu Mahmudah, hasilnya bukan sekadar bangunan yang tampak lebih bagus.Ia mendapatkan kembali rasa aman.

“Sekarang saya merasa lebih nyaman dan tenang tinggal di sini,” ucapnya lirih dengan rasa syukur yang tak ditampakkan.

Letkol Dika menegaskan rumah layak huni berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

“Rumah layak huni adalah hak dasar setiap warga,” ujarnya.

Di rumah itulah makna pembangunan menjadi sangat sederhana, seseorang bisa tidur lebih tenang karena tidak lagi khawatir hujan masuk dari atap.

Jika Fisik Adalah Raga, Nonfisik Adalah Jiwa

Namun TMMD Panyepen tidak berhenti pada semen, beton, pipa dan cat.Ada pekerjaan lain yang tidak meninggalkan bangunan, tetapi justru bisa meninggalkan perubahan lebih lama dalam cara berpikir masyarakat.

Pada 6 Agustus 2026, sekitar 50 warga berkumpul di Posko TMMD untuk mengikuti penyuluhan P4GN dan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan dipimpin Kapten Inf Suni bersama Kepala Bakesbangpol Sampang, Hj. Chairijah.

Suasana yang awalnya biasa berubah menjadi ruang percakapan tentang keluarga, anak-anak, pergaulan, narkoba, perlindungan perempuan dan anak.

Kegiatan non fisik TMMD 129 Sampang

Pesan yang disampaikan tidak berhenti pada teori. Hj. Chairijah mengingatkan keluarga merupakan benteng pertama bagi anak-anak, terutama ketika kehidupan mereka semakin dekat dengan dunia digital.

“Benteng utama ada di dalam keluarga,” ucapnya.

Diskusi interaktif bersama Dinas PPA Jatim dan Polres Sampang juga membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan pandangan dan persoalan yang mereka hadapi.

Di sinilah wajah lain TMMD terlihat. Jika pembangunan jalan membuat warga lebih mudah bergerak, maka kegiatan nonfisik berusaha membuat masyarakat lebih siap menghadapi persoalan sosial.

Jika tandon menyimpan air untuk kebutuhan sehari-hari, maka penyuluhan berusaha menyimpan pengetahuan yang dapat menjadi bekal keluarga.

Bangunan memberi manfaat hari ini. Pengetahuan diharapkan menjaga masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....