Jejak Budaya di Kaki Siswa MI Al-Ittihad Tanamerah

  • 13 Jun 2026 20:14 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sumenep – Terik matahari Sabtu 13 Juni 2026 pukul 14.00 WIB menyelimuti Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Namun panas siang itu tak mampu mengurangi semangat ratusan siswa MI Al-Ittihad Tanamerah yang telah bersiap dengan aneka kostum budaya untuk mengikuti Al-Ittihad Culture Carnival 2026 bertema "Jejak Budaya, Langkah Masa Depan".

Dari halaman Kantor Kecamatan Saronggi, barisan peserta mulai bergerak perlahan. Langkah-langkah kecil para siswa berpadu dengan warna-warni pakaian adat, atribut kerajaan, dan berbagai simbol budaya Nusantara. Sepanjang perjalanan menuju MI Al-Ittihad Tanamerah, mereka seolah membawa masyarakat menelusuri lorong waktu yang mempertemukan masa lalu dengan masa depan.

Sorak sorai warga terdengar dari tepi jalan. Banyak yang mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam, sementara anak-anak peserta karnaval tetap melangkah penuh percaya diri. Senyum mereka tak sekadar menunjukkan kegembiraan mengikuti acara sekolah, tetapi juga kebanggaan saat mengenalkan budaya bangsa kepada masyarakat.

Di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan yang lebih dalam. Karnaval budaya bukan hanya tentang kostum yang indah atau penampilan yang menarik perhatian. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang mengajarkan bahwa sejarah dan budaya merupakan bagian penting dari identitas yang harus dijaga oleh generasi muda.

Wakil Pimpinan Al-Ittihad, Nibros Su'udiy, menilai tema "Jejak Budaya, Langkah Masa Depan" memiliki makna yang relevan dengan tantangan zaman saat ini. Menurutnya, generasi muda perlu memahami akar budayanya agar tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus globalisasi.

"Budaya adalah fondasi karakter. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa masa depan yang baik harus dibangun di atas pemahaman terhadap sejarah dan budaya bangsa sendiri," ujar Nibros Su'udiy.

Bagi lembaga pendidikan, pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Karnaval budaya menjadi salah satu cara menghadirkan pengalaman belajar yang hidup dan membekas. Anak-anak tidak hanya membaca sejarah dari buku, tetapi juga merasakan dan menampilkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kepala MI Al-Ittihad Tanamerah, Abd. Wasik, mengatakan sekolah berupaya menjadikan budaya sebagai bagian dari proses pembentukan karakter siswa. Menurutnya, pengenalan budaya sejak dini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus menghargai keberagaman yang dimiliki Indonesia.

"Kami ingin siswa memahami bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu. Budaya adalah identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, pembelajaran budaya perlu dikemas secara menarik agar mudah diterima anak-anak," katanya.

Saat rombongan peserta akhirnya tiba di halaman MI Al-Ittihad Tanamerah di Jalan Raya Tanjung, Desa Tanah Merah, perjalanan itu terasa seperti sebuah simbol. Di bawah terik siang Saronggi, langkah-langkah kecil para siswa menjadi pengingat bahwa budaya akan tetap hidup selama masih ada generasi yang mau mengenal, mencintai, dan meneruskannya. Dari jejak budaya yang mereka tapaki hari ini, tersimpan harapan lahirnya masa depan yang tetap berakar kuat pada identitas bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....