Tragedi Senja: Rumah Kayu di Bangkalan Hangus Dilalap Api
- 08 Mei 2025 09:33 WIB
- Sampang
KBRN, Bangkalan: Langit mulai berpendar jingga di Desa Pernajuh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, saat Abdurrahman bersiap mandi sebelum menunaikan sholat magrib. Namun, sebelum air menyentuh kulitnya, matanya menangkap sesuatu yang tidak biasa, asap tebal bergulung di udara.
"Awalnya saya mau mandi, lalu sholat. Tapi tiba-tiba saya melihat asap yang begitu pekat," kenangnya. Rabu (7/5/2025) malam.
Ia bergegas ke ruang tamu, hanya untuk menemukan kobaran api sudah membesar, seolah menelan rumahnya dalam waktu yang begitu cepat.
| Baca juga: Menyulam Cahaya dari Keterbatasan |
"Api sudah besar dan tidak bisa saya kendalikan. Saya berusaha menyelamatkan barang-barang, tapi semuanya hangus, kecuali kendaraan," tuturnya, penuh kepasrahan.
Dalam hitungan menit, rumah yang telah menaunginya selama bertahun-tahun luluh lantak, hanya menyisakan abu dan puing-puing.
"Dokumen-dokumen, perabotan, semua sudah tidak ada lagi. Tidak tersisa sedikit pun, hanya kendaraan yang berhasil saya selamatkan," ujar Abdurrahman, masih berusaha memahami musibah yang menimpanya.
BACA JUGA: https://rri.co.id/sampang/daerah/1504301/dugaan-korsleting-api-hanguskan-rumah-kayu-di-bangkalan
Ia mengaku sempat berusaha memadamkan api dengan air seadanya, tetapi api terlalu besar untuk dikendalikan.
"Saya mengambil air, tapi sudah tidak memperlahan. Saya sudah kewalahan. Api terus membesar dengan cepat," ungkapnya.
Tim Damkar Satpol PP Bangkalan, dipimpin oleh Ortis Iskandar, segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Namun, karena rumah hampir 100 persen berbahan kayu, api merajalela tanpa ampun.
"Kami berusaha maksimal, tetapi kondisi material rumah membuat api cepat menyebar. Tidak ada yang bisa diselamatkan," jelas Ortis Iskandar, Kasi Damkar Satpol PP Bangkalan.
Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu utama kebakaran, meskipun investigasi lebih lanjut masih dilakukan.
“Dalam upaya pemadaman, dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain, kami mengikuti prosedur standar, melakukan pemadaman bertahap agar api tidak menyebar ke rumah-rumah sekitar," tambah Ortis Iskandar.
Kini, Abdurrahman hanya bisa melihat puing-puing yang tersisa, rumah yang dulu menjadi tempat berteduhnya kini hanyalah kenangan yang tinggal puing-puing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....