FEB UTM Dukung Program KDKMP Lewat Tri Dharma

  • 19 Sep 2025 07:45 WIB
  •  Sampang

KBRN, Bangkalan: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura (FEB-UTM) menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menyukseskan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Dekan FEB UTM, Prof. Sutikno, dalam kunjungan Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Ir. Sugeng Santoso ke KDKMP Tunjung, Kabupaten Bangkalan, yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan dinas terkait serta akademisi dari FEB UTM. Kamis (18/9/2025)

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sutikno menyampaikan bahwa FEB UTM siap mendampingi dan menyukseskan program KDKMP di Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan.

BACA JUGA: FEB UTM dan DJPK Gelar Workshop Pemberdayaan Desa

“FEB UTM dengan seluruh sivitas akademiknya, baik dosen maupun mahasiswa, siap mendampingi dan mensukseskan program KDKMP di Madura khususnya Bangkalan,” ujarnya.

Prof. Sutikno menjelaskan bahwa ada dua alasan utama mengapa FEB UTM perlu mendukung program ini.

“Yang pertama, program ini merupakan program yang bisa bersinergi dengan BUMDes, pemerintah desa, serta program nasional lainnya terutama ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara unit usaha desa dan masyarakat akan menciptakan kemandirian ekonomi nasional yang dimulai dari tingkat desa.

“Keberadaan KDKMP akan dapat menjadi jalur distribusi, promosi, dan branding produk lokal desa sehingga mampu bersaing di pasar regional maupun nasional,” tambahnya.

Alasan kedua, menurut Prof. Sutikno, adalah bahwa program KDKMP merupakan lahan yang sangat potensial untuk menjadi objek kajian, pembelajaran, dan pengabdian.

“Program ini sangat relevan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan kami berkomitmen untuk mendorong sivitas akademik FEB UTM baik dosen maupun mahasiswa untuk berperan aktif dalam mensukseskan program ini, sehingga FEB berdampak terhadap kebijakan pembangunan ekonomi yang inklusif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Sutikno menyebutkan beberapa bentuk kontribusi yang dapat dilakukan oleh akademisi FEB UTM dalam mendukung program KDKMP, di antaranya:

Riset dan Kajian Akademik: Melakukan penelitian terkait potensi desa, model bisnis koperasi, serta analisis kebutuhan masyarakat untuk merancang strategi koperasi yang tepat sasaran.

Penyusunan Model Pengembangan: Membantu merancang model kelembagaan, manajemen keuangan, hingga tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Pengembangan Inovasi Teknologi: Mendorong sistem digital seperti aplikasi koperasi, e-commerce desa, dan akuntansi digital untuk meningkatkan transparansi, pencatatan, dan distribusi produk koperasi.

Monitoring dan Evaluasi Berkala: Melakukan pengukuran dampak program serta memberikan masukan perbaikan berbasis data.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....