PT Sumatraco Perkuat Rantai Pasok Garam dari Hulu ke Hilir
- 30 Sep 2026 12:12 WIB
- Sampang
Poin Utama
- PT Sumatraco Langgeng Makmur melihat penguatan rantai pasok sebagai tantangan penting dalam pengembangan industri garam di Indonesia.
- Perusahaan beroperasi di sektor hilir yang menghubungkan bahan baku dari sentra produksi dengan kebutuhan konsumen dan sektor industri.
- Produksi garam di tingkat hulu sangat dipengaruhi musim dan kondisi cuaca sehingga berdampak pada ketersediaan dan kesinambungan bahan baku bagi industri pengolahan.
RRI.CO.ID, Surabaya - PT Sumatraco Langgeng Makmur melihat penguatan rantai pasok sebagai salah satu tantangan penting dalam pengembangan industri garam. Perusahaan pengolahan garam di Surabaya itu berada pada bagian hilir yang menghubungkan bahan baku dari sentra produksi dengan kebutuhan konsumen dan sektor industri.
Kebutuhan garam yang terus berkembang membuat ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting bagi industri pengolahan. Namun, produksi garam di tingkat hulu sangat dipengaruhi musim dan kondisi cuaca. Perubahan produksi tersebut dapat berdampak pada jumlah serta kesinambungan bahan baku yang tersedia.
Direktur PT Sumatraco Langgeng Makmur Nurhadi Wiyono mengatakan industri pengolahan membutuhkan pola pasokan yang dapat menyesuaikan kondisi produksi di tingkat hulu. "Rantai pasok menjadi bagian penting dalam industri garam. Ketersediaan bahan baku harus dikelola agar proses pengolahan dapat berjalan secara berkelanjutan," ujar Nurhadi, Rabu 30 September 2026.
Menurut dia, hubungan antara produsen garam dan industri pengolahan tidak hanya berkaitan dengan transaksi bahan baku. Karakteristik garam yang dihasilkan di tingkat produksi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan dan pengguna akhir.
"Bahan baku yang masuk harus dipahami karakteristiknya sehingga dapat ditentukan proses pengolahan yang sesuai," katanya.
Posisi industri pengolahan menjadi penting karena garam yang dihasilkan petani tidak selalu langsung digunakan oleh konsumen. Bahan baku perlu melalui proses tertentu agar dapat memenuhi karakteristik produk yang dibutuhkan pasar.
"Tahapan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menciptakan nilai tambah sebelum garam didistribusikan,"ungkapnya.
Sumatraco mengembangkan kegiatan pengolahan dari fasilitas produksinya di Surabaya. Kota tersebut memiliki jaringan industri, perdagangan, dan distribusi yang mendukung pergerakan produk dari fasilitas pengolahan menuju pasar.
Posisi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengelola produk garam untuk kebutuhan konsumsi maupun berbagai sektor industri," terangnya.
Penguatan rantai pasok juga membutuhkan efisiensi di setiap tahap. Pengelolaan bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi harus dilakukan secara terukur. Efisiensi tersebut diperlukan untuk menjaga agar biaya dan waktu produksi tetap terkendali sekaligus mempertahankan ketersediaan produk.
Nurhadi mengatakan industri garam perlu melihat rantai pasok sebagai satu kesatuan dari hulu hingga hilir.
"Tidak cukup hanya melihat produksi bahan baku. Pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan kebutuhan pengguna juga harus menjadi bagian dari perencanaan," ujarnya.
Bagi PT Sumatraco Langgeng Makmur, penguatan rantai pasok menjadi bagian dari upaya menghadapi dinamika industri garam.
"Dengan memperkuat hubungan antara bahan baku, proses pengolahan, dan pasar, perusahaan berupaya memastikan komoditas garam dapat memiliki nilai tambah sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen dan industri secara lebih berkelanjutan,"tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....