Karapan Sapi Madura Kuatkan Tradisi Gotong Royong
- 04 Okt 2026 05:00 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Karapan sapi Madura menyimpan nilai gotong royong yang kuat dalam kehidupan masyarakat, bukan sekadar perlombaan adu kecepatan sepasang sapi.
- Tradisi karapan sapi melibatkan puluhan orang dari keluarga, kerabat, hingga tetangga yang bekerja sama dalam setiap tahapan penyelenggaraan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di arena.
- Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Sampang, Abd Basit, menegaskan bahwa karapan sapi merupakan warisan budaya yang mencerminkan kebersamaan dan kerja sama masyarakat Madura.
RRI.CO.ID, Sampang - Karapan sapi tidak sekadar menjadi perlombaan adu kecepatan sepasang sapi, tetapi juga menyimpan nilai gotong royong yang kuat dalam kehidupan masyarakat Madura. Tradisi tersebut melibatkan puluhan orang dalam setiap penyelenggaraannya, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di arena.
Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Sampang, Abd Basit mengatakan karapan sapi merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan kebersamaan masyarakat. Nilai gotong royong terlihat dari keterlibatan keluarga, kerabat hingga tetangga yang bekerja sama untuk menyukseskan perlombaan.
"Tidak ada kebudayaan tanpa gotong royong. Dalam karapan sapi, nuansa dan spirit gotong royong itu benar-benar dominan," kata Basit saat menjelaskan nilai budaya karapan sapi, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Dia mencontohkan, meskipun hanya sepasang sapi yang berlomba, proses pelaksanaannya membutuhkan puluhan orang. Pemilik sapi biasanya melibatkan saudara dan tetangga untuk menjadi satu tim yang bertugas melepas, mengawal, hingga menangkap sapi di garis finis.
"Jika masing-masing pasangan karapan sapi melibatkan 30 orang, maka dalam satu kali perlombaan sudah ada 60 orang yang terlibat," ujarnya.
Basit menyebut, dalam satu event karapan sapi tingkat Kabupaten Sampang biasanya diikuti 48 pasangan sapi. Banyaknya orang yang terlibat menunjukkan bahwa tradisi tersebut bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, nilai gotong royong dalam karapan sapi perlu terus dijaga agar warisan budaya Madura tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....