Pelet Betteng, Warisan Budaya Madura Sarat Doa dan Kebersamaan
- 11 Jun 2026 12:39 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang – Tradisi Pelet Betteng atau Pelet Kandung masih dijaga masyarakat Madura sebagai bagian penting dalam siklus kehidupan.
Budayawan asal Sampang, R.TG. Bustomi Irwan K, menjelaskan bahwa ritual ini bukan sekadar adat, melainkan bentuk syukur dan doa kepada Tuhan atas kepercayaan melalui kehamilan.
“Biasanya dilakukan saat kandungan berusia empat atau tujuh bulan, terutama pada kehamilan pertama, dengan tujuan memohon keselamatan bagi ibu dan calon bayi,” ujar Bustomi dalam program Kita Indonesia di RRI Sampang. Kamis, 11 Juni 2026.
Prosesi Pelet Betteng sarat simbol filosofis, seperti pemandian dengan air bercampur bunga mawar merah dan penggunaan kelapa kuning (nyior gadding) yang diukir dengan aksara Carakan, Latin, dan Hijaiyah.
“Penggunaan paku sebagai alat tulis melambangkan doa agar ilmu dan kebaikan melekat kuat pada sang anak, sementara gayung dari kelapa tua melambangkan harapan agar anak kelak bermanfaat bagi sesama,” ucapnya.
Selain bernuansa religius dengan pembacaan Surah Yusuf dan Surah Maryam, tradisi ini juga mempererat silaturahmi melalui doa bersama dan jamuan makan.
Bustomi menekankan pentingnya generasi muda menjaga kelestarian Pelet Betteng agar tetap eksis sebagai identitas budaya Madura, sekaligus pedoman moral dan spiritual dalam menghadapi fase kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....