Cara Memantaskan Diri Meraih Ridho Allah SWT

  • 10 Agt 2026 22:11 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID,Sampang — Menjadi hamba yang pantas mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari proses panjang membersihkan hati, menyempurnakan ibadah, dan meluruskan niat setiap hari. Demikian ditegaskan Kiai Imam Makki, anggota LDNU PCNU Kabupaten Sampang, saat menjadi narasumber dalam siaran program Mutiara Pagi RRI Sampang, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Kiai Imam Makki, banyak orang berharap selalu diberi kemudahan dan kebahagiaan, namun lupa bahwa syarat utama untuk menerima segala kebaikan itu adalah diri kita sendiri yang harus disiapkan dan dipantaskan terlebih dahulu. "Seperti bejana yang harus dibersihkan sebelum diisi air yang jernih, begitu pula hati kita — harus dibersihkan dari sifat tercela sebelum ia layak diisi cahaya ridho Allah," ungkap beliau membuka pemaparan.

Langkah pertama yang paling mendasar, adalah meluruskan niat dan memperbaiki kualitas ibadah wajib. Bukan sekadar dikerjakan karena kebiasaan, tetapi dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa kita sedang berdiri di hadapan Allah. Ketika seorang hamba menjaga shalatnya, menjauhi apa yang dilarang, dan menunaikan hak-hak Allah dengan sempurna, di situlah proses pemantasan diri itu sesungguhnya sedang berjalan.

Ridho Allah sangat erat kaitannya dengan bagaimana kita memperlakukan sesama makhluk. Seseorang mungkin rajin beribadah, namun jika hatinya keras terhadap orang lain, tidak mau memaafkan, suka menipu, atau tidak peduli pada kesulitan orang di sekitarnya, maka itu tanda diri belum sepenuhnya pantas. "Berbuat baik kepada orang tua, menyambung silaturahmi, jujur dalam mencari nafkah, dan menolong sesama tanpa mengharap pujian — itu semua adalah cermin hati yang sedang berusaha mendekat kepada Allah," jelasnya.

Proses memantaskan diri ini juga tidak terlepas dari ujian dan kesabaran di dalamnya, ketika Allah ingin memantaskan seseorang, seringkali beliau justru mengujinya. Kesulitan, kehilangan, atau cobaan bukan berarti Allah menjauhkan kita, melainkan justru sedang membersihkan kita. Bersabar saat sulit, bersyukur saat diberi, dan tidak mengeluh atas ketetapan-Nya — itulah bukti bahwa kita sudah mulai layak mendapatkan apa yang dijanjikan-Nya.

Di akhir pemaparannya, Kiai Imam Makki mengajak seluruh pendengar untuk tidak pernah merasa sudah cukup baik atau sudah pantas. Menurutnya ,pemantasan adalah pekerjaan yang akan selesai tepat saat nyawa berhenti di badan.

"Teruslah memperbaiki diri, sekecil apa pun langkahnya. Allah melihat usaha itu, dan atas ketulusan itulah ridho-Nya akan turun. Bukan karena kita pantas, melainkan karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang menjadikan kita pantas melalui ikhtiar dan doa kita," pungkas Kiai Imam Makki.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....