UTM Resmi Buka KKNT di Sampang, Dorong Penerapan Bioflok dan Pakan Kitosan

  • 03 Okt 2026 17:28 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Fakultas Pertanian di Sampang. Kegiatan dibuka di Balai Kelurahan Gunongsekar, Sampang pada Sabtu 3 Oktober 2026.

Program pendampingan yang dijadwalkan berlangsung hingga November 2026 ini berfokus pada penerapan teknologi budidaya ikan lele sistem bioflok serta peningkatan kualitas pakan berbasis kitosan limbah biota laut pada budidaya lele di Sampang. Penambahan kitosan pada pakan ikan dapat meningkatkan sistem kekebalan, melawan infeksi penyakit, serta memperbaiki pencernaan ikan.

Selain mahasiswa UTM, kegiatan ini turut melibatkan pembudidaya lele, siswa MAN Sampang dan pemuda pelopor bidang pangan guna mendorong regenerasi pembudidaya di Sampang. Pembukaan program dihadiri Lurah Gunongsekar Bagus Hadikusumo, Ketua Pusat Pengembangan Teknologi dan Produk Unggulan (PTPU) UTM Hairil Budianto, Dosen Ketua Tim KKNT Indah Wahyuni Abida beserta tim akademisi UTM, dan perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Sampang.

Kolaborasi ini dirancang untuk memberikan solusi teknis sekaligus menghasilkan kajian ilmiah yang nantinya diserahkan kepada dinas terkait sebagai bahan pertimbangan pengembangan mekanisme budidaya ikan yang lebih modern dan efisien.

Perwakilan Dinas Perikanan Kab.Sampang, Sekretaris Bidang Budidaya, Maghfiroh menyambut baik kegiatan ini.

"Kami menyambut baik pengabdian masyarakat ini dan menunggu hasil dari penerapan teknologi bioflok menggunakan teknologi bakteri baik yang dibawa UTM, hasilnya bisa dikolaborasikan mengingat di Sampang terdapat sekitar 80 kelompok usaha perikanan di Sampang," tutur Maghfiroh.

Kehadiran tim akademisi dan mahasiswa UTM juga disambut hangat oleh Ketua Pokdakan Lele Ajigunong, Moh. Yusron.

'Pendampingan teknologi bioflok ini diproyeksikan mampu meningkatkan kepadatan tebar benih serta mendongkrak kuantitas hasil panen hingga dua kali lipat dibanding metode konvensional bagi pembudidaya lele, tentu ini sangat baik untuk kami adopsi," ujar Yusron.

Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan kelompok tani ini, penerapan teknologi bioflok berbagai kitosan diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas lele di Sampang, tetapi juga menjadi modal penting bagi terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....