Pengamat Ekonomi UTM Ingatkan KDKMP Jangan Sekadar Produk BUMN dan Konglomerasi
- 01 Okt 2026 21:49 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diproyeksikan menjadi stimulus positif untuk perekonomian tingkat akar rumput atau desa.
- Pengamat ekonomi memperingatkan agar KDKMP tidak hanya menjadi sarana penjualan produk BUMN dan konglomerasi besar tanpa memberikan manfaat nyata bagi ekonomi lokal.
- KDKMP harus berperan sebagai offtaker atau penampung hasil pertanian dan UMKM lokal, bersinergi dengan BUMDes, dan menjaga agar sirkulasi uang tetap berputar di dalam desa.
RRI.CO.ID, Sampang - Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih atau KDKMP diproyeksikan menjadi angin segar bagi roda perekonomian di tingkat akar rumput. Namun, pengamat ekonomi Universitas Trunojoyo Madura Achdiar Redy Setiawan mengingatkan agar tata kelola koperasi ini tak sekadar menjadi tempat menjual produk BUMN dan konglomerasi besar.
KDKMP harus mempunyai strategi penyerapan komoditas lokal, untuk itu KDKMP harus hadir sebagai offtaker atau penampung hasil pertanian dan UMKM, bersinergi tanpa mematikan BUMDes serta gerai warga yang sudah ada, dan menjaga sirkulasi uang tetap berputar di dalam desa.
"Berdasarkan data Simkopdes, nilai transaksi program ini telah mencapai sekitar Rp59,6 miliar. Namun, angka tersebut masih didominasi oleh komoditas produk BUMN dan konglomerasi besar seperti pupuk, minyak goreng, serta gas LPG," ungkap Redy pada program RRI Sampang Menyapa, Rabu 30 September 2026.
Lebih lanjut, Redy menegaskan bahwa nantinya penerapan tata kelola harus memihak produk lokal sebagai kunci utama agar KDKMP mampu menjadi benteng pertahanan ekonomi warga desa di tengah arus dominasi perdagangan nasional.
"Untuk itu diperlukan penguatan rantai pasok lokal dengan prioritas komoditas lokal akan menjaga sirkulasi uang tetap berputar di tingkat desa sehingga menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya
Pada akhirnya, keberhasilan KDKMP tidak hanya diukur dari besarnya nilai transaksi, melainkan sejauh mana program ini mampu memberdayakan potensi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....