Pesantren Rentan Bencana, BPBD Sampang Kuatkan Kesiapsiagaan Santri

  • 31 Agt 2026 18:44 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • BPBD Sampang melaksanakan program Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA) untuk meningkatkan kesiapsiagaan santri dalam menghadapi ancaman bencana.
  • Data Jawa Timur menunjukkan 5.676 pondok pesantren berada di zona rawan bencana dengan tingkat kerentanan tinggi karena santri beraktivitas 24 jam di lingkungan pesantren.
  • BPBD tidak hanya memberikan pengetahuan dasar kebencanaan tetapi juga merancang simulasi penanganan bencana secara langsung di lapangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

RRI.CO.ID, Seiring dengan tingginya resiko bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di Sampang dalam menghadapi bencan. Tidak hanya mencapai Desa, penguatan dilakukan hingga ke tingkat Pesantren melalui program Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA).

Langkah ini diambil mengingat besarnya potensi risiko di kawasan pesantren, di mana data dari Jawa Timur mencatat terdapat 5.676 pondok pesantren yang berada di zona rawan bencana. Para santri beraktivitas dan tinggal di lingkungan pesantren selama 24 jam penuh sehingga tingkat kerentanan mereka terhadap situasi darurat.

Untuk menekan tingkat kerentanan tersebut, pihak BPBD tidak hanya membagikan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan, tetapi juga merancang simulasi penanganan bencana langsung di lapangan.

Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sampang Isnaeny Ahmed Basory menyampaikan pihaknya meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan santri dengan pelatihan.

"Ke depannya, BPBD Sampang akan menggelar pelatihan tahap lanjutan guna meningkatkan kapasitas para santri melalui kerja sama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Melalui pembinaan berkelanjutan ini, kemampuan santri dalam mitigasi dan penanganan bencana akan terus diasah," tutur Basory pada RRI, Senin 31 Agustus 2026.

Salah satu materi awal yang diberikan adalah simulasi menghadapi gempa bumi. Langkah ini disambut positif oleh para wali santri yang menginginkan rasa aman dan keselamatan bagi anak-anak mereka selama menimba ilmu di pesantren.

BPBD Sampang berharap para santri yang telah dibekali ilmu kebencanaan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya. Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti di dalam pondok, melainkan disebarluaskan kepada rekan sesama santri, keluarga, hingga tetangga di kampung halaman. Dengan demikian, santri dapat tumbuh menjadi garda terdepan dan motor penggerak masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di dunia nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....