Hapus Stigma Kusta, Puskesmas Jrengik Berdayakan Penyintas Jadi Duta Kesembuhan
- 30 Agt 2026 19:41 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Penanganan penyakit kusta tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga memerangi rasa takut dan diskriminasi di masyarakat. Berangkat dari pemikiran tersebut, Puskesmas Jrengik menghadirkan inovasi bernama Desa Ku Asik (Desa Sahabat Kusta Tanpa Stigma dan Diskriminasi Siap Eliminasi Kusta.
Kepala Puskesmas Jrengik, dr. Nur Kamariya, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang dengan dua fokus utama penemuan kasus dini, edukasi dan sosialiasi pengobatan sampai sembuh kasus kusta.
"Kalau kita hanya berfokus pada tenaga kesehatan, itu masih kurang, masyarakat harus terlibat langsung agar penanganan kusta menjadi lebih mudah, konsepnya itu yang pertama tujuannya mencari penemuan sebanyak-banyaknya penderita kusta. Terus kemudian yang kedua adalah sosialisasi terkait dengan apa itu sebenarnya kusta, untuk tujuannya menurunkan stigma dan diskriminasi melalui inovasi,” tutur dr. Nur Kamariya pada RRI, Sabtu 29 Agustus 2026.
Kesediaan pasien kusta untuk berobat sangat dipengaruhi oleh stigma. Salah satu strategi utama Puskesmas Jrengik adalah merangkul Orang Yang Pernah Menderita Kusta (OYPMK). Para penyintas yang telah dinyatakan sembuh total atau Release From Treatment (RFT) dirangkul sebagai brand ambassador.
Melalui kisah dan testimoni nyata, para penyintas diajak mengedukasi warga bahwa kusta bukanlah penyakit yang harus ditakuti. Kusta dapat disembuhkan secara tuntas dengan pengobatan rutin.
"Ketika pasien kusta sudah sembuh, kami bekerjasama dengan perangkat desa agar mereka diberdayakan dan dilibatkan dalam kegiatan desa. Jangan dikucilkan agar mereka yang sebelumnya tidak produktif bisa kembali produktif dan percaya diri, Dengan menjadikan penyintas sebagai duta membuat warga yang bergejala tidak lagi ragu untuk berobat sampai sembuh," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....