Puskesmas Robatal Sampang Tekan Kematian TBC Kebal Obat dengan Kearifan Lokal

  • 23 Agt 2026 15:02 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Puskesmas Robatal mencapai angka kematian nol persen untuk TB MDR melalui pendekatan inovasi berbasis kearifan lokal dalam pengobatan.
  • Sebelumnya, puskesmas mencatat tingkat kematian TB MDR mencapai 100 persen pada periode 2021-2023 dengan tingkat penolakan pasien yang tinggi.
  • Kepala Puskesmas Robatal dr. Benny Irawan memulai pendekatan pelayanan didasarkan pada keprihatinan terhadap penolakan pasien dan angka kematian yang sangat tinggi.

RRI.CO.ID, Sampang - Puskesmas Robatal berhasil menekan angka kematian akibat penyakit Tuberkulosis kebal obat - Multi-Drug Resistant (TB MDR) hingga mencapai nol persen. Keberhasilan ini tidak terlepas dari inovasi berbasis kearifan lokal dalam pendekatan pengobatan.

Kepala Puskesmas Robatal dr. Benny Irawan menyampaikan, pendekatan pelayanan diawali dari keprihatinan atas penolakan pasien serta tingginya tingkat kematian TB MDR hingga angka 100 persen dalam rentang tahun 2021 hingga 2023.

Guna mengatasi masalah tersebut, pihak puskesmas menjaring ide langsung dari masyarakat untuk merumuskan program yang lebih efektif dan dapat diterima pasien.

“Jadi masalah terbesar di Robatal waktu itu adalah fatalitas TB MDR 100 persen selama 2021 – 2-23, benang merahnya ternyata adalah jamu, itu yang kita adopsi dalam inovasi berdampak,” tutur dr. Benny pada RRI Sampang, Jumat 21 Agustus 2026.

Berdasarkan pemetaan problem pengobatan TB di Robatal, ditemukan kecenderungan masyarakat yang lebih mempercayai jamu tradisional daripada pengobatan TB. Latar belakang ini dikemas menjadi inovasi penggabungan tiga program sekaligus, yakni pengobatan TB, pendampingan psikologis, dan layanan Obat Tradisional dalam inovasi Ke Pantura – Kenali Pantau dan Rawat Pasien TB Sampai Sembuh.

Puskesmas meracik jamu tradisional untuk mengurangi efek samping mual akibat obat TB, sehingga pasien lebih disiplin dalam menjalani masa pengobatan.

Inovasi Ke Pantura Puskesmas Robatal mempunyai keberhasilan tinggi, dimana secara persuasif behasil mengajak pasien TB untuk melakukan pengobatan sampai sembuh.

Langkah inovasi ini diharapkan mampu mendukung target pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas dari kasus TB pada tahun 2030 mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....