Desa Martajasah Bangkalan, Menapaki Jalan Desa BRIlian
- 22 Mei 2026 10:48 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan - Suara deburan ombak di Pantai Martajasah berpadu dengan semilir angin yang membawa aroma asin laut. Di tepian pantai, hutan mangrove menjulang hijau, menjadi rumah bagi ratusan kera yang kini menjadi daya tarik wisatawan. Di balik kesederhanaan desa ini, semangat warga terus tumbuh, menata masa depan dengan langkah kecil namun berarti.
Desa Martajasah, Kecamatan Bangkalan, mencatat sejarah penting ketika berhasil masuk 40 besar Desa BRIlian Indonesia. Sebuah pencapaian yang lahir dari kerja keras, gotong royong, dan keyakinan bahwa potensi desa bisa menjadi kekuatan.

Sekretaris Desa Martajasah, Abdul Aziz, mengenang perjalanan itu. Awalnya, tim BRI datang melakukan survei. Mereka melihat kekayaan alam, potensi religi, hingga wisata pantai.
“Kami diikutkan BIMTEK, belajar tentang BUMDes, digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan. Ada pre-test, post-test, seperti kelas pemberdayaan desa,” ucapnya. Jum'at, 22 Mei 2026.
Meski belum masuk 25 besar karena belum memiliki produk unggulan, Martajasah tetap diapresiasi sebagai desa potensial.
“Potensi kami ada di pantai, makam religi Syaikhona Moh. Kholil, dan wisata alam. Sayangnya belum ada produk unggulan yang bisa bersaing secara nasional. Itu jadi PR besar bagi kami,” tambah Aziz.

Penghargaan itu memberi semangat baru. Walau hanya menerima dana pembinaan, warga tetap optimis.
“Kami berharap ada pendampingan berkelanjutan. Jangan berhenti di satu tahap. Desa butuh dukungan agar potensi bisa berkembang,” ujarnya.
Kini, Martajasah mulai menata wisata pantai dengan tiga wahana, arena bermain, wisata sungai ala “Amazon” yang membawa pengunjung menyusuri muara dari laut ke sungai, serta edukasi mangrove dan taman desa yang baru selesai dikerjakan.

Sementara itu, Kepala Desa Martajasah, H. Rahmad, berkomitmen desanya untuk terus berbenah.
“Kami tidak ingin berhenti di 40 besar. Target kami jelas masuk 25 besar, bahkan tiga besar Desa BRIlian Nasional. Untuk itu, kami berharap dukungan penuh dari masyarakat dan khususnya dari BRI agar potensi desa bisa benar-benar berkembang,” ujarnya penuh semangat.
Bagi warga, Desa BRIlian bukan sekadar penghargaan. Ia adalah dorongan untuk terus berinovasi. Pantai Martajasah kini bukan hanya tempat memancing, tetapi juga ruang belajar, rekreasi, dan kebanggaan bersama.
Kisah Martajasah adalah cermin perjuangan desa-desa di pelosok berusaha menembus keterbatasan, menata potensi, dan menunggu tangan-tangan pendampingan agar mimpi menjadi nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....