Rendahnya Kesadaran Warga Jadi Tantangan Program CKG di Pamekasan
- 11 Feb 2026 13:19 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Pamekasan - Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Achmad Syamlan mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah berjalan di seluruh puskesmas. Namun, ia mengakui pihaknya masih menemui tantangan utama yakni rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan saat masih dalam kondisi sehat.
"Secara umum masih banyak masyarakat yang belum sadar untuk memeriksakan kesehatan sejak dini untuk mencegah penyakit kronis," ucapnya, Rabu, 10 Februari 2026.
Menurut Syamlan, selama ini masyarakat datang ke puskemas hanya dalam kondisi sakit, padahal sasaran CKG ini seluruh lapisan masyarakat, dari bayi hingga lansia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan cakupan CKG di Pamekasan, seperti melakukan sosialisasi melalui media massa dan media sosial, hingga membuka layanan di tempat umum, perkantoran, sekolah, dan saat perayaan momen-momen penting.
Berdasarkan data di Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), cakupan CKG 2025 di Kabupaten Pamekasan 13,72 persen dari total jumlah penduduk. Sementara, pada tahun 2026, pelaksanaan CKG di Pamekasan ditargetkan mencapai 65 persen.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan partisipasi aktif masyarakat serta dukungan kuat dari lintas sektor. Masyarakat tidak perlu takut memeriksakan diri melalui program CKG agar mendapatkan penanganan sedari dini.
Adapun hasil CKG di Kabupaten Pamekasan sepanjang tahun 2025, hipertensi dan diabetes melitus ditemukan sebagai penyakit yang paling banyak diderita kelompok lansia.
Sementara, hasil CKG pelajar menunjukkan masalah kesehatan gigi dan gangguan mata sebagai temuan dominan akibat pola hidup kurang sehat dan penggunaan ponsel berlebih."Ada juga beberapa pelajar mengalami obesitas," ujar Syamlan, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....