Jelang Panen Raya Petani Bangkalan Antisipasi Serangan Hama
- 27 Jan 2026 11:40 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan Petani di Kabupaten Bangkalan mulai menyiapkan strategi menghadapi panen raya padi yang diprediski berlangsung Februari–Maret 2026, salah satunya melalui kerja sama dengan Bulog dan penerapan sistem pengendalian hama untuk menjaga hasil panen tetap aman sekaligus meningkatkan kualitas produksi.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngarokse Tane II, Kelurahan Tunjung, Burneh, Abdul Halik, menegaskan komitmen kelompoknya untuk bekerja sama dengan Bulog agar hasil panen petani bisa ditampung secara maksimal sekaligus memastikan produksi aman dari serangan hama.
BACA JUGA: Bangkalan Optimalkan Pasca Panen Dengan Dukungan Teknologi
“Meski cuaca tidak selalu bersahabat, kelompok tani siap menampung hasil panen jika Bulog tidak mampu,” ucapnya kepada RRI.co.id. Selasa, 27 Janauri 2026.
Ia menambahkan, dengan sistem penanaman jajar legowo yang ditanam meski lebih jarang, menghasilkan bulir lebih banyak dan berkualitas. Kendala utama selama ini adalah serangan tikus dan burung.
“Tikus sudah diprogramkan dengan obat, sedangkan burung diantisipasi dengan jaring. Satu hektare butuh jaring sekitar Rp2,5 juta, tapi hasilnya terlindungi,” kata Abah Halik sapaan ketua Poktan itu.
Sementara itu, Kabid Pertanian DP2KP Bangkalan, Abu Said, menegaskan penggunaan jaring terbukti signifikan dalam menjaga produksi.
“Meski biaya cukup besar, hasil tetap terpenuhi dan petani tetap untung,” katanya.
Ia menambahkan, panen raya diperkirakan berlangsung pada Februari–Maret 2026, berharap program pemerintah seperti penanaman dengan sistem jajar legowo serta pengendalian hama dan penyakit bisa diterapkan secara masif melalui kelompok tani.
“Kami berharap praktik baik ini bisa diterapkan oleh para petani sehingga produksi aman dan hasilnya meningkat secara luas,” ujarnya Said dengan meng akhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....