Bangkalan Optimalkan Pasca Panen Dengan Dukungan Teknologi

  • 26 Jan 2026 17:30 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan – Produksi padi di Kabupaten Bangkalan tahun 2026 diperkirakan mencapai 65.858 hektare, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah menegaskan komitmen menjaga hasil panen melalui strategi pasca panen yang lebih modern.

Kabid Pertanian DP2KP Bangkalan, Abu Said dalam dialog bersama RRI Sampang di Program Sampang menyapa, menjelaskan penggunaan benih unggul, pemeliharaan sesuai SOP, serta penanganan pasca panen menjadi kunci keberhasilan.

“Dengan penerapan prosedur yang benar, insya Allah hasil produksi tetap aman dan meningkat,” ujar Said dalam penjelasannya. Senin 26 Januari 2026.

Ia menambahkan, dukungan teknologi berupa alat mesin pertanian (alsintan) seperti combine harvester sangat membantu mengurangi kehilangan hasil.

“Kalau dulu panen masih dilakukan dengan cara tradisional dipukul-pukul, kehilangan hasil cukup tinggi. Dengan combine, kehilangan hasil bisa ditekan,” ucapnya.

Selain itu, koordinasi dengan Bulog terus dilakukan untuk memastikan serapan gabah petani. Poktan yang memiliki Rice Milling Unit (RMU) akan dilibatkan agar hasil produksi bisa diolah di Bangkalan sendiri, bukan dikirim ke luar daerah.

“Dengan begitu, ekonomi berputar di Bangkalan dan kesejahteraan petani lebih terjamin,” kata Abu Said.

Terkait harga, pemerintah pusat menetapkan HET gabah Rp6.500 per kilogram, namun di lapangan harga bisa mencapai Rp7.000. Bulog berperan sebagai penyangga utama agar tidak terjadi fluktuasi harga yang merugikan petani.(Rini Suciati)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....