Finalis Tahfidz PTQ 2026 Dilepas Kepsta Samarinda menuju Jakarta

  • 27 Feb 2026 08:24 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Finalis Tahfidz Putra, Helfan Rusydi, resmi diberangkatkan menuju Jakarta untuk mengikuti Grand Final tingkat nasional Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) 2026. Ia dipercaya mewakili Koordinator Wilayah Nusantara VIII setelah berhasil melewati rangkaian seleksi ketat dan bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai daerah.

Pelepasan dilakukan pada Kamis, 26 Februari melalui Bandara APT Pranoto Samarinda dengan suasana penuh haru dan doa dari keluarga serta panitia. Keberangkatan tersebut menjadi momentum penting karena tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mewakili daerah dalam ajang keagamaan tingkat nasional yang bergengsi.

Ajang PTQ merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus pembinaan generasi muda Qur’ani di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para qari dan hafidz muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman.

Helfan mengaku bersyukur dapat langsung menembus babak final nasional meski baru pertama kali mengikuti kompetisi tersebut. Ia menyebut kesempatan ini sebagai pengalaman berharga sekaligus motivasi besar untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan penampilannya. “Alhamdulillah senang, karena baru pertama kali ikut PTQ RRI dan langsung terpilih ke final nasional,” ujarnya.

Finalis Tahfidz Putra Perwakilan Korwil VIII, Helfan Rusydi, sebelum berangkat ke Jakarta. (foto: RRI/zul)

Helfan diketahui memiliki hafalan sebanyak 15 juz Al-Qur’an. Menjelang kompetisi nasional, Helfan memfokuskan diri pada penguatan hafalan dengan memperbanyak murojaah, terutama pada ayat-ayat mutasyabihat atau ayat yang memiliki kemiripan redaksi sehingga membutuhkan ketelitian lebih tinggi.

Menurut Helfan, konsistensi dan disiplin menjadi kunci utama menjaga hafalan tetap kuat. Ia menjalani rutinitas mengulang hafalan sejak selepas salat Subuh hingga menjelang siang, kemudian dilanjutkan kembali setelah Zuhur, Asar, bahkan hingga malam hari untuk memastikan hafalan tetap terjaga.

Selain itu, Helfan juga menerapkan target harian dalam proses murojaah sebagai bentuk komitmen pribadi. Ia mengaku memilih menunda aktivitas lain apabila target hafalan belum tercapai, karena menjaga istiqomah dinilai menjadi tantangan terbesar bagi generasi muda dalam proses menghafal Al-Qur’an.

Melalui keikutsertaannya di PTQ 2026, Helfan berharap dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an. “Harapannya bisa terus berkembang dan menjadi motivasi bagi teman-teman lain agar semangat menjadi hafiz serta membanggakan orang tua dan masyarakat,” katanya.

Rekomendasi Berita