BBRMP Kaltim Akselerasi Perluasan Tanam dan Sinkronisasi Data

  • 15 Feb 2026 15:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kalimantan Timur menggelar koordinasi percepatan luas tambah tanam (LTT) dan sinkronisasi data pertanian di wilayah Kaltim. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BBRMP Kaltim, Jumat, 13 Februari 2026, ini menjadi bagian dari upaya akselerasi perluasan tanam oplah dan dukungan program CSR pertanian.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Direktur LIP, Liferdi Lukman, yang kini menjadi penanggung jawab baru BBRMP Kaltim. Kegiatan diikuti oleh Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Timur, CWS penyuluh Kaltim, serta seluruh pejabat fungsional di lingkungan BBRMP Kaltim.

Dalam arahannya, Kepala BBRMP Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, yang mengikuti secara daring, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia berharap sinergi seluruh pihak dapat mendorong pencapaian target luas tambah tanam secara maksimal sekaligus memastikan pelaporan data yang terintegrasi.

“Sinergi antara semua pihak sangat diperlukan agar pencapaian bisa maksimal. Pelaporan LTT juga harus dioptimalkan sehingga terdapat satu data dan tidak tumpang tindih maupun berbeda,” ujar Ahmad Subhan dalam sambutannya secara virtual.

Sementara itu, Liferdi Lukman memaparkan potensi besar sektor pertanian di Kalimantan Timur. Berdasarkan data, Kaltim memiliki peluang luas lahan baku sawah sekitar 46.000 hektare. Namun, lahan yang saat ini tertanami baru mencapai 31.000 hektare, atau masih di bawah target pemanfaatan sebesar 87 persen.

Menurut Liferdi, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang. Masih adanya lahan yang belum teroptimalkan membuka ruang bagi peningkatan luas tambah tanam melalui penguatan pendampingan dan pemanfaatan lahan secara maksimal.

“Kalimantan Timur memiliki potensi lahan baku sawah yang cukup besar. Ini menjadi peluang bagi kita semua untuk meningkatkan luas tambah tanam, tentu dengan dukungan pelaporan yang valid dan akurat,” kata Liferdi.

Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian di lapangan. Para penyuluh diminta terus meningkatkan kinerja pendampingan kepada petani serta memastikan setiap data LTT yang dilaporkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Melalui koordinasi ini, BBRMP Kaltim menargetkan terwujudnya satu data pertanian yang akurat dan terintegrasi, sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan sawah. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung program modernisasi pertanian di Kalimantan Timur secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita