Kesbangpol Samarinda Perkuat Aktivitas Positif Generasi Muda
- 24 Nov 2025 12:18 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Kepala Kesbangpol Kota Samarinda, Yosua Laden, mengungkapkan rencana penyusunan program pembinaan generasi muda tahun 2026 yang berfokus pada pencegahan korupsi sejak usia dini serta penguatan aktivitas positif pelajar. Hal ini disampaikan seusai kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Aula Kantor Kecamatan Samarinda Utara, Senin (24/11/2025).
Menurut Yosua, fenomena mudahnya pelajar terpapar dampak negatif media sosial dan minimnya pengarahan di rumah maupun lingkungan sekolah menjadi perhatian khusus Kesbangpol.
“Banyak anak sekarang cepat terdistraksi, sulit fokus, dan kurang diarahkan. Ini harus kita jawab dengan kegiatan lapangan yang lebih konstruktif,” ujarnya.
Baca juga: Kesbangpol Samarinda Perkuat Pendidikan Politik Pelajar Dini
Kesbangpol tengah merancang kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat program aktivitas luar ruang yang dapat mengurangi ketergantungan pelajar pada gawai. Program tersebut akan digabungkan dengan pembinaan karakter, etika digital, serta pelatihan kepemimpinan pelajar.
“Kami ingin mengembalikan anak-anak kepada kegiatan yang mendidik, bukan sekadar konsumsi konten,” kata Yosua.
Selain itu, Kesbangpol juga menyiapkan kolaborasi dengan Inspektorat Kota Samarinda untuk memasukkan materi pencegahan korupsi dalam modul pembinaan pelajar. Yosua menilai pemahaman antikorupsi penting diberikan lebih awal agar pelajar terbiasa dengan nilai integritas.
“Korupsi sering menjadi pintu lahirnya politik uang. Jika akar masalahnya dibereskan sejak dini, ekosistem politik kita akan lebih sehat,"katanya.
Baca juga: Kesbangpol Samarinda Perkuat Ideologi Pelajar Lewat Sosialisasi Paskibraka
Yosua menegaskan, anak muda harus dibekali pemahaman tentang bahaya korupsi dan dampaknya terhadap pembangunan daerah. Materi yang akan disusun mencakup contoh kasus, penjelasan risiko hukum, serta pembiasaan sikap jujur di lingkungan sekolah. Ia menyebut pendekatan ini menjadi model baru pembinaan politik dan karakter.
Pihaknya juga menyoroti pentingnya kerja sama sekolah dan orang tua untuk meminimalkan potensi penyimpangan perilaku pelajar. “Orang tua dan guru punya peran penting. Kesbangpol hanya menjembatani agar pembinaannya terarah,” ujar Yosua.
Program 2026 tersebut diharapkan menjadi langkah komprehensif dalam memperkuat karakter generasi muda di Samarinda. Kesbangpol menargetkan penerapan program secara bertahap pada semester pertama tahun depan, dengan sasaran seluruh sekolah menengah pertama di kota ini.