Pemkot Samarinda Dorong Budaya Kerja Tanpa Penyimpangan
- 20 Nov 2025 21:07 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), bahwa korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghancurkan masa depan keluarga pelakunya. Pesan tersebut ia sampaikan dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 yang digelar di GOR Segiri, Kamis (20/11/2025).
Dalam arahannya, Andi Harun menegaskan tindakan koruptif selalu meninggalkan jejak, baik secara hukum maupun sosial. Ia mengingatkan risiko yang dihadapi pelaku jauh lebih besar dibandingkan keuntungan sesaat yang diperoleh.
“Ingat, kita punya istri, punya anak, punya suami. Jika kita terkena risiko hukum, yang menderita bukan hanya diri kita sendiri. Anak-anak akan dicap anak koruptor, bisa berhenti sekolah, dan masa depan mereka ikut hancur,” katanya.
Ia menyebut, berbagai kasus korupsi membuktikan bahwa hukuman tidak berhenti pada vonis pengadilan. Keluarga pelaku sering turut menanggung beban sosial dan ekonomi akibat stigma, pemberhentian, hingga terputusnya pendapatan.
“Ada pejabat yang tertangkap KPK karena mutasi jabatan, nilainya bahkan tidak sampai ratusan juta. Tapi risikonya? Penjara, pemecatan, dan keluarga ikut menanggung malu,” ujarnya.
Andi Harun menambahkan, banyak keluarga ASN sangat bergantung pada gaji bulanan. Ketika ASN tersangkut kasus korupsi, keluarga kehilangan sumber nafkah utama.
“Begitu kepala keluarga masuk penjara, gajinya berhenti. Lalu bagaimana kelanjutan hidup anak-anak? Bagaimana biaya sekolah?” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sederhana sebagai benteng untuk menghindari godaan korupsi. Menurutnya, keinginan hidup melebihi kemampuan sering menjadi akar masalah.
“Kalau mau terhindar dari korupsi, turunkan keinginan. Tidak semua harus dipaksakan. Sesuaikan gaya hidup dengan kemampuan,” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan pencegahan korupsi harus berangkat dari karakter dan integritas ASN, bukan hanya aturan. Pemimpin perangkat daerah diminta menutup celah monopoli kekuasaan, memperkuat akuntabilitas, dan memperbaiki pola kerja agar tidak membuka peluang penyimpangan.
Di akhir sambutan, Andi Harun mengajak ASN menjadikan integritas sebagai pondasi utama dalam bekerja.
“Korupsi itu membunuh generasi. Mari kita bekerja dengan jujur. Jangan biarkan keluarga kita menanggung akibat dari kesalahan yang bisa kita cegah hari ini,” katanya, mengakhiri.