Pempek Mamimo, UMKM Kuliner Khas Palembang

  • 15 Jan 2026 14:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pempek merupakan olahan ikan tenggiri khas Palembang yang masih digemari banyak kalangan hingga kini. Makanan khas ini tetap mendapat tempat di hati pencinta kuliner karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang unik. Berawal dari keinginan sederhana untuk menyantap pempek, Amadea Theresia mulai mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Makanan ini juga menjadi salah satu hidangan favoritnya sehingga mendorong munculnya gagasan untuk membuka usaha kuliner bernama Pempek Mamimo. Keinginannya semakin kuat ketika ia merasa sulit menemukan pempek yang sesuai seleranya di Samarinda.

Dalam proses memantapkan keterampilan, Dea bahkan memutuskan terbang ke Jakarta untuk belajar langsung dari ahlinya. Ia mengikuti kursus membuat pempek selama satu minggu dan belajar bersama instruktur asli Palembang yang sudah berpengalaman dalam industri kuliner. Melalui pelatihan itu, Dea memahami bahan dasar yang tepat, teknik pengolahan adonan, serta cara menjaga kualitas pempek agar tetap konsisten.

Dea merupakan ibu dengan satu anak bernama Moana yang menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya. Nama Pempek Mamimo terinspirasi dari panggilan Moana kepada ibunya, yaitu “Mama” atau “Mami”. Panggilan itu kemudian digabung menjadi “Maminya Moana” dan disingkat menjadi Mamimo yang kini dikenal sebagai identitas produk tersebut.

Walau usaha ini baru berjalan kurang dari satu tahun, Pempek Mamimo telah mendapat banyak pelanggan dari berbagai daerah. Pesanan tidak hanya datang dari sekitar Samarinda, tetapi juga menjangkau konsumen di Jawa Tengah dan Bali. Dea merasa senang melihat respon positif tersebut karena semua produk dibuat dengan penuh ketelitian dan kesungguhan.

Keunikan Pempek Mamimo terletak pada rasa, tekstur, dan proses pembuatannya yang penuh perhatian. Dea menekankan bahwa seluruh pempek dibuat dengan hati dan mengikuti standar kualitas yang ia pelajari. “Awalnya karena keinginan kuat, lalu saya coba buat sendiri,” ujar Dea. Ia berbagi cerita saat menjadi narasumber di Santai Siang RRI Pro 2 Samarinda, pada Rabu 15 Januari 2026.

Pempek Mamimo menawarkan beberapa varian yang menjadi favorit pelanggan. Varian tersebut meliputi pempek lenjer, pempek adaan, dan pempek kulit yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Semua produk dibuat menggunakan ikan tenggiri segar untuk menjaga aroma dan rasa tetap kuat.

Pempek lenjer memiliki bentuk memanjang seperti silinder dengan tekstur yang padat namun lembut saat digigit. Varian ini menjadi salah satu pilihan utama pembeli karena rasanya yang gurih dan mudah dinikmati berbagai usia. Pempek adaan berbentuk bulat menyerupai bakso dengan cita rasa gurih dan tekstur lebih lembut.

Pempek kulit menjadi varian yang banyak disukai karena rasanya yang unik dan berbeda dari varian lainnya. Varian ini memiliki bentuk pipih seperti perkedel dengan aroma yang lebih kuat dan tekstur renyah di bagian luar. Banyak pelanggan memilih varian ini karena karakter rasanya yang khas dan cocok disantap kapan saja.

Pempek biasanya disantap bersama cuko sebagai pelengkap penting. Cuko adalah kuah khas Palembang berwarna gelap dengan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas yang kuat. Bagi banyak orang, cuko merupakan bagian yang menentukan kenikmatan saat menyantap pempek.

Cuko buatan Pempek Mamimo memiliki rasa yang seimbang dan tidak terlalu tajam. Dea meracik cuko dengan komposisi yang ia sesuaikan setelah melakukan banyak percobaan. Ia mengaku masih ingin mengembangkan varian cuko yang lebih beragam agar pembeli mendapat pilihan sesuai selera.

Ke depan, Dea memiliki rencana untuk menyediakan cuko pedas dan cuko manis sebagai pilihan terpisah. Ia berharap varian baru itu dapat menambah pengalaman pembeli saat menikmati pempek favorit mereka. Dengan ide ini, Dea ingin menghadirkan rasa yang lebih personal bagi setiap pelanggan.

Rekomendasi Berita