Berawal dari Engineer, Sukses Usaha Roti

  • 19 Feb 2026 08:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Perjalanan usaha kuliner di daerah kerap lahir dari keberanian mencoba sekaligus membaca peluang. Di tengah keterbatasan akses bahan baku dan distribusi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut kreatif agar tetap bertahan. Dari latar belakang yang tidak biasa, sebuah toko roti di Tenggarong Seberang justru tumbuh berawal dari eksperimen dapur rumahan.

Pemilik Toko Roti dan Bahan Kue Rara Dara, Ira Martiningtyas, saat menjadi narasumber program Teras UMKM Pro 4 RRI Samarinda, menjelaskan usaha yang dirintisnya berfokus pada produk bakeri. Ragam produk yang ditawarkan meliputi roti, kue basah, kue kering, hingga kue tradisional.

Spesialisasi utamanya adalah roti dengan produk andalan roti kacang merah dan bolen pisang yang tersedia dalam kemasan tiga maupun enam buah. Selain itu, tersedia pula roti abon, roti gulung abon (floss roll), roti kopi, roti pisang, mini piza, hingga piza gaya Amerika dan Italia. Produk terbaru bernama roti krumpul juga menjadi pilihan camilan yang cocok disantap bersama kopi atau teh pada pagi hari. Harga produk dibanderol mulai Rp8.000 hingga Rp15.000.

Menariknya, Ira tidak memiliki latar belakang pendidikan kuliner. Ia merupakan mantan insinyur dan arsitek di perusahaan multinasional di Jakarta sebelum akhirnya mengikuti suami pindah ke Kalimantan Timur.

“Saya dulu insinyur, arsitek. Setelah menikah dan pindah, saya berpikir tidak mau diam saja. Awalnya hanya ingin membuat bolen sesuai selera saya,” katanya mengenang.

Berbekal pembelajaran otodidak melalui internet, bolen buatannya justru mendapat respons positif dari pasar dan permintaan terus meningkat.

Pandemi COVID-19 sempat menjadi tantangan berat. Penjualan menurun, sementara biaya operasional meningkat. Dari kondisi tersebut, lahir gagasan membuka toko bahan kue untuk mengakomodasi kebutuhan pelaku UMKM di wilayah Separi 1, Desa Bukit Pariaman, Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Kalau mau mundur rasanya tanggung. Jadi kami putuskan tetap berjalan dan sekaligus menyediakan bahan untuk teman-teman UMKM,” ujarnya.

Kini, selain melayani pembelian langsung, Rara Dara juga membuka sistem prapesan untuk wilayah Samarinda setiap dua pekan sekali. Ira bahkan rutin menggelar demonstrasi baking bersama pemasok serta mengajak pelaku UMKM belajar bersama.

“Kalau ada ilmu, kenapa tidak dibagikan? Kita belajar bersama supaya sama-sama naik,” katanya.

Ke depan, Ira berharap usahanya terus berkembang dan mampu membuka gerai lebih luas, termasuk di Samarinda. “Harapannya tentu ingin maju. Kalau ada kesempatan membuka gerai lagi, insyaallah kami upayakan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita