Kolaborasi Mahasiswa dan Swasta Bangun UMKM Desa
- 15 Feb 2026 14:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Transformasi digital di era Society 5.0 mendorong pelaku UMKM hingga pelosok desa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tidak hanya soal produksi, pelaku usaha kini dituntut memahami strategi branding, pemasaran digital, dan konsistensi konten agar mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin kompetitif.
Di sisi lain, desa wisata menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap, terutama dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi dengan sektor pariwisata. Kolaborasi lintas sektor, termasuk peran mahasiswa, menjadi salah satu strategi untuk menjembatani keterbatasan akses, koneksi pasar, dan literasi digital masyarakat desa.
Dalam program Teras UMKM Pro 4 menghadirkan Oktiva, Tim Fasilitator Pengembangan Desa Wisata Ritan Baru binaan PT Tiwa Abadi sekaligus mahasiswi Administrasi Bisnis FISIP Universitas Mulawarman. Ia berbagi pengalaman mendampingi pengembangan UMKM di Desa Ritan Baru, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Desa Ritan Baru itu ada di Kecamatan Tabang, di ujung Kabupaten Kutai Kartanegara. Perjalanan bisa 7 sampai 8 jam karena kondisi jalan yang kurang baik,” ujar Oktiva.
Menurutnya, desa tersebut memiliki potensi wisata alam dan budaya yang kuat, seperti Gunung Batupek, aliran sungai jernih, serta tradisi masyarakat Dayak Kenyah Lepok Tukung. Namun, potensi itu belum sepenuhnya terhubung dengan pengembangan UMKM dan strategi promosi berbasis digital.
Oktiva menilai tantangan terbesar terletak pada minimnya pelaku UMKM aktif serta keterbatasan pemasaran. “Sebagai desa yang menuju desa wisata, mereka masih kurang di bidang UMKM. Produknya ada, seperti kerajinan dan kue-kue, tapi pemasarannya masih di sekitar Tabang saja,” katanya menjelaskan.
Melalui program pendampingan, mahasiswa mengadakan pelatihan dasar pemasaran digital, mulai dari desain poster promosi hingga pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan Facebook. “Dengan pemasaran digital, produk mereka bisa lebih dikenal. Insight Instagram sempat menembus seribu penonton. Memang penjualan belum signifikan, tapi awareness sudah mulai terbentuk,” ucap Oktiva menambahkan.
Ia berharap kolaborasi mahasiswa, perusahaan, dan pemerintah desa dapat terus diperkuat agar UMKM di Desa Ritan Baru berkembang berkelanjutan. Konsistensi konten, ciri khas branding berbasis budaya lokal, serta pemanfaatan teknologi menjadi kunci membangun ekosistem UMKM desa yang adaptif di era 5.0.