Belanja Pemerintah Dinilai Dorong Optimisme Ekonomi Kaltim 2026

  • 06 Mar 2026 09:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Penyerapan anggaran pada awal 2026 dinilai menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun ini. Capaian tersebut memunculkan optimisme bahwa ekonomi Kaltim pada 2026 bisa tumbuh lebih baik.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kalimantan Timur, Edih Mulyadi, mengatakan secara struktur ekonomi, porsi belanja pemerintah sebenarnya tidak terlalu besar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim.

Ia menjelaskan, dari total PDRB Kaltim tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp889 triliun, belanja pemerintah pusat dan daerah hanya sekitar 5,4 persen atau Rp47 triliun. Meski porsinya kecil, menurutnya belanja pemerintah tetap penting karena dapat mendorong perputaran ekonomi.

“Belanja pemerintah ini menjadi stimulus atau pemicu bagi sektor lainnya,” ujarnya, dalam konferensi pers di kantor Kanwil DJPb Kaltim, Jumat, 27 Februari 2026.

Edih mencontohkan, ketika pemerintah membangun gedung atau infrastruktur, dampaknya tidak hanya pada proyek tersebut. Pembangunan itu juga membuka lapangan kerja serta menyerap bahan baku dan jasa dari berbagai sektor.

Karena itu, penyerapan anggaran yang cukup baik pada Januari 2026 dinilai menjadi awal yang positif bagi perekonomian daerah. “Saya pikir ini satu awal yang baik untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Kaltim di tahun 2026 akan lebih baik,” kata Edih.

Namun ia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi Kaltim juga sangat dipengaruhi sektor pertambangan dan penggalian. Pasalnya, sektor ini menyumbang sekitar 33 persen terhadap struktur ekonomi daerah.

Demkian pula dengan harga dan volumen komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit. "Kalau volume dan harga kemudian menurun otomatis akan berdampak sangat signifikan ke ekonomi Kalimantan Timur," ucapnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita