OJK Dorong Generasi Muda Mahulu Cerdas Kelola Keuangan
- 31 Okt 2025 12:01 WIB
- Samarinda
KBRN, Mahakam Ulu: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur–Kalimantan Utara bersama industri jasa keuangan menggelar kegiatan Gencarkan Komunitas Pemuda Mahakam Ulu di Ujoh Bilang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Inklusi Keuangan 2025, sekaligus menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak.
Peserta kegiatan terdiri dari pelajar SMA dan karang taruna yang mendapatkan pembekalan langsung mengenai literasi dan inklusi keuangan. Mereka diajak mengenal berbagai produk keuangan formal, mulai dari tabungan, investasi, hingga layanan digital perbankan, agar mampu memanfaatkan teknologi keuangan dengan aman.
Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Kaltim–Kaltara, Yulianta, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK untuk memperluas pemahaman keuangan masyarakat, khususnya di wilayah 3T.
“Tujuannya tentu tadi, yang pertama meningkatkan literasi keuangan karena generasi muda harus cerdas keuangan. Yang kedua, meningkatkan inklusi keuangan karena diharapkan dengan mereka paham, mereka bisa menggunakan produk-produk keuangan dengan bijak,” ujar Yulianta kepada RRI.co.id,jumat (31 /10/2025).
Ia menambahkan, dengan meningkatnya literasi keuangan, generasi muda diharapkan lebih terinformasi mengenai berbagai pilihan investasi dan produk keuangan legal yang dapat dimanfaatkan. Pemahaman tersebut penting agar pelajar dan pemuda tidak mudah terjebak pada penawaran investasi ilegal yang marak di masyarakat.
Selain edukasi, kegiatan ini juga diisi dengan simulasi transaksi non-tunai dan pengenalan mobile banking melalui booth edukasi dari perbankan. Peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik yang memperkenalkan cara menggunakan layanan digital perbankan secara aman dan efisien.
Melalui kegiatan Gencarkan Komunitas Pemuda Mahakam Ulu, OJK berharap generasi muda mampu menjadi pelopor literasi finansial di lingkungan sekitarnya. Dengan pemahaman yang kuat dan sikap bijak dalam mengelola keuangan, mereka dapat berkontribusi mendorong kemandirian ekonomi dan kemajuan daerah perbatasan.