IHSG Berhasil Rebound ke Level 8.146,72

  • 04 Feb 2026 19:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada level 8.146,72 pada perdagangan Rabu 4 Februari 2026. Pergerakan indeks ini tercatat naik 0,30 persen atau setara 24,15 poin dari penutupan sebelumnya.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan indeks sempat menyentuh titik terendah pada posisi 8.050,44. Namun, aksi beli investor berhasil mendorong IHSG kembali bangkit ke zona hijau hingga akhir perdagangan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI menjelaskan bahwa stabilitas indeks didukung penyesuaian bobot konstituen berdasarkan free float. Langkah ini bertujuan meningkatkan akurasi data pasar serta menjaga tingkat kepercayaan investor asing.

Sektor material dasar menjadi penopang utama penguatan indeks dengan kenaikan sebesar 1,69 persen. Riset dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebutkan lonjakan ini dipicu oleh stabilnya harga komoditas global.

Saham PT Martina Berto Tbk (MBTO) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 34,5 persen ke level Rp148 per lembar. Data Real Time Quote dari Bloomberg Terminal menunjukkan antusiasme tinggi pasar terhadap saham emiten kosmetik ini.

Kenaikan tajam MBTO berkaitan dengan laporan keterbukaan informasi di situs resmi martinaberto.co.id. Perusahaan mengonfirmasi adanya efisiensi biaya operasional dan perluasan pasar produk herbal pada awal kuartal I-2026.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menilai pemulihan ke level 8.100 adalah respon teknikal yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi modal dari saham blue-chip ke saham kapitalisasi kecil.

Fundamental ekonomi domestik yang kuat dinilai menjadi faktor utama daya tahan pasar modal Indonesia. Kondisi ini membuat IHSG memiliki resiliensi yang lebih baik dibandingkan dengan bursa regional Asia lainnya.

Reuters melaporkan bahwa investor saat ini masih bersikap waspada sambil menanti rilis data inflasi Amerika Serikat. Fluktuasi di pasar Asia dipengaruhi oleh sentimen global tersebut meskipun indeks domestik tetap menguat

Rekomendasi Berita