SOP Panen Cabai Keriting untuk Jaga Mutu dan Kualitas
- 11 Mar 2026 00:25 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Panen menjadi salah satu tahap paling dinantikan dalam proses budidaya tanaman, termasuk komoditas cabai. Namun, proses ini tidak sekadar memetik hasil tanaman, melainkan harus dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) agar kualitas cabai tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
Penerapan SOP panen cabai dinilai penting untuk memastikan hasil produksi tetap berkualitas serta memiliki nilai jual yang baik di pasar. Jika proses pemanenan dilakukan secara tidak tepat, cabai berisiko mengalami kerusakan lebih cepat sehingga merugikan petani.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah mengenali ciri-ciri cabai yang siap dipanen. Cabai yang telah mencapai ukuran maksimal dan memiliki warna sesuai permintaan pasar menjadi indikator utama bahwa buah tersebut telah siap dipetik.
Penyuluh Pertanian Kaltim, Marni, menjelaskan warna buah menjadi salah satu tanda penting dalam menentukan waktu panen. Untuk cabai merah, panen ideal dilakukan ketika warna buah telah mencapai tingkat kematangan sekitar 80 hingga 100 persen.
“Cabai yang siap dipanen biasanya memiliki ukuran buah maksimal, warna sesuai permintaan pasar, kulitnya mengkilap, dan tidak mengalami kerusakan. Umumnya panen dilakukan saat tanaman berumur sekitar 70 hingga 90 hari setelah tanam,” ucap Marni.
Selain menentukan waktu panen yang tepat, teknik panen juga harus diperhatikan agar tidak merusak tanaman. Petani dianjurkan menggunakan peralatan yang sesuai seperti gunting, sarung tangan, serta wadah panen yang bersih dan kering.
Proses pemanenan dilakukan dengan memotong tangkai cabai pada bagian pangkalnya menggunakan gunting. Cara ini dinilai lebih aman dibandingkan dengan menarik buah secara langsung yang berpotensi merusak cabang tanaman.
“Cabai sebaiknya dipotong pada pangkal tangkainya dan jangan ditarik. Cara ini menjaga percabangan tanaman tetap utuh sehingga tanaman masih dapat terus berproduksi untuk panen berikutnya,” ujar Marni.
Setelah proses panen selesai, tahapan berikutnya adalah melakukan sortasi atau pemilahan cabai berdasarkan kualitas dan kebutuhan pasar. Penerapan SOP pemanenan ini diharapkan tidak hanya menjaga mutu hasil panen, tetapi juga menjadi investasi penting bagi keberlanjutan usaha tani cabai, terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti menjelang hari raya.