Dedikasi Guru Mitra Tanoto Foundation Tingkatkan Pembelajaran

  • 09 Des 2025 14:37 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Dedikasi para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran kembali mendapat sorotan positif setelah dua fasilitator daerah Tanoto Foundation berbagi pengalaman mereka dalam pendampingan guru dan memuliakan murid. Pengalaman ini disampaikan oleh Nanang Nuryanto dan Isnaini Fidhiatil Ulla dalam Dialog Khusus bersama RRI Samarinda, beberapa waktu lalu.

Nanang Nuryanto menjelaskan program yang dijalankannya berfokus pada pemuliaan murid, termasuk kunjungan ke rumah siswa untuk melihat proses belajar mereka dan memastikan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat berjalan baik.

Selain itu, pihaknya juga membentuk kelompok belajar bagi siswa dengan kemampuan numerasi rendah. Ia mengunjungi tiap kelompok di lokasi berbeda demi memberikan pendampingan intensif. “Saya datangi setiap RT meski medannya cukup berat. Ini bagian dari dedikasi,” ucap Nanang, dikutip Selasa (9/12/2025).

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah membantu seorang anak penyandang autisme berusia 17 tahun untuk bisa bersekolah di SMP setelah sebelumnya kesulitan mendaftar. “Saat ia berkata ‘Pak, terima kasih sudah membantu saya sekolah,’ saya benar-benar terharu,” katanya.

Anak tersebut kini bekerja sambil bersekolah dan tetap dipantau perkembangannya. Upaya ini kemudian mengantarkan Nanang meraih Juara 1 Guru Dedikasi Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Sementara itu, Isnaini Fidhiatil Ulla, yang juga fasilitator daerah sekaligus Kepala SMP Negeri 10 Lokulu Tenggarong, menjelaskan program yang dikembangkannya berfokus pada tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ia menciptakan program Be Hebat, akronim dari Bebaya Etam Hidup Sehat, Energik, Beribadah, Aktif, dan Tumbuh Cerdas. “Salah satu fokusnya adalah tumbuh cerdas melalui program Gerecek atau Gerakan Etam Menceritakan Isi Buku,” ujar Isnaini.

Selain literasi, ia juga mengembangkan kegiatan Ranking Satu untuk memperkuat pengetahuan umum siswa. Pertanyaan yang diberikan tidak hanya terkait pelajaran, tetapi juga sejarah lokal dan wawasan kebangsaan. Program tersebut terbukti meningkatkan pengetahuan umum dan kepercayaan diri siswa.

“Ternyata banyak siswa tidak tahu hal-hal dasar seperti hari lahir kota mereka, jadi kami masukkan dalam kegiatan ini,” ucapnya.

Isnaini menambahkan, SMP Negeri 10 Lokulu kini sedang berproses menjadi Sekolah Rujukan Google. Ia secara rutin mengecek kemampuan siswa menggunakan perangkat digital. Sekolah tersebut bahkan meraih Juara 2 Festival Film Dokumenter yang mengangkat kearifan lokal. “Sekarang anak-anak sudah terbiasa membuat presentasi dengan Google Slide dan kolaborasi di Google Docs,” ujar Isnaini.

Melalui dedikasi kedua fasilitator ini, Tanoto Foundation terus menunjukkan perannya dalam memperkuat pembelajaran di sekolah mitra dan mendorong transformasi pendidikan yang berpihak pada murid. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak guru untuk berkreasi dan berinovasi dalam proses mengajar.

Rekomendasi Berita