Tanoto Foundation Dampingi Guru Tingkatkan Mutu Pembelajaran Sekolah

  • 09 Des 2025 14:22 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran terus dilakukan Tanoto Foundation melalui pendampingan fasilitator daerah yang diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra. Dalam dialog khusus bersama RRI Samarinda, dua fasilitator daerah Tanoto Foundation, Nanang Nuryanto dan Isnaini Fidhiatil Ulla, memaparkan peran dan dampak pendampingan yang mereka lakukan di berbagai sekolah.

Nanang Nuryanto menjelaskan, fasilitator daerah bertugas memastikan pelatihan tidak berhenti pada tataran teori. Tugas mereka adalah mendampingi guru agar pelatihan benar-benar diimplementasikan. “Kami datang ke sekolah, melihat progres, lalu memberi umpan balik agar guru bisa memecahkan masalah pembelajaran secara mandiri,” ujar Nanang, dikutip Selasa (9/12/2025).

Isnaini Fidhiatil Ulla yang juga Kepala SMP Negeri 10 Loa Kulu menambahkan, pendampingan memberikan ruang bagi guru mengembangkan praktik baik secara berkelanjutan. “Banyak pelatihan berhenti begitu saja, tetapi fasilitator Tanoto Foundation memastikan prosesnya berlanjut. Kami mendampingi langsung di kelas dan memastikan guru mampu menerapkan yang telah dipelajari,” ucap Isnaini.

Salah satu program yang telah dijalankan adalah penguatan literasi dan numerasi. Nanang menuturkan, sekolah binaannya telah mengembangkan pembelajaran numerasi berbasis permainan tradisional seperti engklek, bekel, hingga gobak sodor. “Anak-anak jadi melihat numerasi bukan momok. Mereka belajar sambil bermain, dan guru semakin kreatif membuat alat peraga,” ucap Nanang.

Sementara itu, Isnaini mengembangkan program literasi bertajuk Gerecek (Gerakan Etam Menceritakan Isi Buku) di SMP Negeri 10 Loa Kulu. Program ini mendorong siswa membaca dan menceritakan kembali isi buku pada akhir semester. Ia menambahkan, buku bacaan fisik dan digital tersedia cukup berkat dukungan Dinas Pendidikan.

“Awalnya mereka bercerita satu per satu, tapi memakan waktu. Sekarang kami ubah menjadi video agar tetap bisa dievaluasi dengan efektif,” kata Isnaini.

Inovasi tersebut mengantarkan Isnaini meraih Anugerah GTK 2025, sebuah apresiasi atas dedikasinya dalam meningkatkan budaya literasi. Ia mengaku pencapaian tersebut bukan hanya hasil kerja individu, tetapi juga buah kolaborasi bersama guru dan dukungan pendampingan Tanoto Foundation.

Melalui pendampingan fasilitator daerah, Tanoto Foundation berharap semakin banyak sekolah yang mampu menerapkan pembelajaran aktif, menyenangkan, dan berpihak pada murid. Upaya berkelanjutan ini diharapkan terus mendorong transformasi pendidikan di daerah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi pelajar yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

Rekomendasi Berita