Masjid Baiturrahim, Salah Satu Objek Wisata Religi di Aceh
- 30 Jun 2024 22:29 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Masjid Baiturrahim, yang berada di Kawasan Ulee lheu, Kecamatan Maeuraxa, Kota Banda Aceh, menjadi salah satu daya tarik wisata bernuansa Religi. Masjid yang berdiri kokoh tidak jauh dari Pelabuhan Ulee lheu ini, menyimpan histori karena usianya yang panjang. Tidak hanya itu, Masjid ini menjadi daya Tarik wisata karena peristiwa-peristiwa penting yang pernah dilaluinya.
Masjid Baiturrahim merupakan peninggalan Kesultanan Aceh. Masjid ini didirikan sekitar abad ke-17 dengan sebutan Masjid Jami’ Ulee. Saat Masjid Raya Baiturrahman dibakar oleh pasukan Belanda pada tahun 1873, warga Banda Aceh berbondong-bondong melaksanakan Shalat Jumat di masjid ini. Diperkirakan mulai saat itulah “baiturrahim” menjadi nama di Masjid Ulee lheu tersebut.
Pemerintah Hindia Belanda melakukan pemugaran pada masjid ini, yang sebelumnya berkonstruksi semipermanen. Proses pemugaran selesai pada tahun 1923 dengan arsitektur baru dengan gaya Eropa. Ketika itu, masjid ini tidak memiliki kubah dan hanya mampu menampung sekitar 500 jamaah. Pada tahun 1981, atas bantuan Pemerintah Arab Saudi, kembali dilakukan pemugaran dengan memperluas sisi kanan dan kiri masjid, sehingga masjid dapat menampung sekitar 1.500 jamaah.
Selain dikenal sebagai Masjid dengan usia yang sudah ratusan tahun, Masjid ini juga memiliki nilai sejarah dari beberapa kejadian/bencana alam yang terjadi. Masjid ini pernah diterjang banjir besar pada tahun 2021. Berselang 3 tahun, tepatnya 26 Desember 2004 gelombang tsunami setinggi 21meter menghantam pesisir utara Banda Aceh. Kawasan Ulee Lheue yang berada persis di tepi laut menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak. Nyaris semua bangunan di wilayah ini rata dengan tanah dan hanyut terhempas gelombang ke arah pusat Kota Banda Aceh bersama ribuan jiwa yang menjadi korban.

Ketika bencana tsunami itu terjadi, masjid ini tetap kokoh berdiri di tengah hamparan puing bangunan sekitarnya yang telah hancur. Hanya sebagian kecil bagian bangunan yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Pasca tsunami, Masjid ini menarik perhatian banyak pihak dari berbagai belahan dunia. Sebagai salah satu rumah ibadah yang selamat dari bencana, keberadaan masjid ini menjadi daya tarik wisata bernuansa religi selain Masjid Agung Baiturrahman dan Masjid Rahmatullah Lampuuk.
Jejak historis inilah yang menjadikan Masjid ini memiliki daya Tarik wisata religi, pengunjung Masjid Baiturrahim ini biasanya tidak sekadar mengabadikan situs bersejarah yang selamat dari berbagai bencana ini, namun juga menyempatkan diri untuk melakukan shalat di masjid ini. (Dikutip dari laman indonesiakaya.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....