Potensi Agrowisata Gunung Cot Labu Sabang

  • 27 Jun 2024 17:23 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Pulau Weh Sabang, selain dikenal dengan spot wisata bahari, wisata sejarah dan wisata religi, ternyata Sabang juga memiliki potensi Agrowisata yang harus dikembangkan dan dikenalkan kepada wisatawan. Salah satu potensi Agrowisata yang dimiliki Pulau Sabang adalah Agrowisata Gunung Cot Labu yang berada di Desa/Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Aceh. Spot Wisata Gunung Labu ini memperkenalkan aneka jenis kopi Liberica dan tanaman perkebunan yang ada di Hutan Adat Kawasan Gunung Cot Labu tersebut.

Irwansyah, Ketua Pokdarwis Desa Krueng Raya menyebutkan, ragam jenis kopi Liberica ini sudah ada di Gunung Cot Labu sebelum penjajahan Belanda ke Indonesia. “Sejarah yang diceritakan oleh orang tua di kampung ini, Kopi Liberica sudah ada di gunung ini saat kejayaan rempah masa kesultanan Aceh dulu," katanya, Kamis (27/6/2024).

Menurutnya, jenis kopi ini berasal dari Afrika, yang dulu dibawa oleh pedagang dari Eropa yang melintasi Pulau Weh Sabang. Akhirnya pada masa penjajahan Belanda, kopi tersebut dibudidayakan untuk di konsumsi oleh mereka.

Hingga saat ini, kata Irwansyah, masih banyak tumbuh secara liar kopi Liberica di area pegunungan Cot Labu. “Saya bersama Kelompok Sadar Wisata gampong ini, akan terus mengembangkan dan memperkenalkan kekayaan hayati yang dimiliki gampong kami. Kami juga akan terus menggalakkan masyarakat Desa ini untuk melestarikan hutan adat/hutan masyarakat disini," tambah Irwansyah.

Kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat potensi Agrowisata ini sangat penting, selain untuk pelestarian alam dan lingkungan, spot wisata ini juga dapat terus berkembang hingga generasi penerus nanti. Sebagai informasi, Desa/Gampong Krueng raya ini memiliki ragam kekayaan wisata.

Selain potensi Agrowisata, desa ini juga memiliki kekayaan wisata bahari dan wisata religi, ada 2 makam Aulia 44 yang terdapat di Ujung Tengku yang posisinya berada di pantai Ujong Seukundoe, Pantai Pulau Klah, Wisata Nemo, wisata sejarah benteng peninggalan Jepang yang ada di Gunung tersebut dan pemandangan alam yang indah yang tersaji di atas puncak melintasi jalan utama Desa Krueng Raya.

Menuju spot wisata ini dapat ditempuh sekitar 20 menit menggunakan kendaraan roda 2 atau 4 dari Pelabuhan Balohan Kota Sabang. Bagi ada yang ingin berkunjung ke Desa Wisata ini, anda anda disuguhkan dengan kekayaan wisata yang tidak akan terlupakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....