Dewaruci Sambangi Sabang, Bawa Misi Pelayaran Jalur Rempah
- 23 Jun 2024 20:11 WIB
- Sabang
KBRN Sabang : Pada Minggu 23 Juni 2024 sebanyak 75 Laskar Rempah tiba di pelabuhan CT 1 BPKS Sabang dengan KRI Dewaruci untuk menelusuri jejak rempah dan konektivitas kebudayaan melayu dari berbagai suku dan budaya. Dewaruci, kapal latih pertama untuk para kadet taruna/i AAL sejak tahun 1953 untuk memperkuat jajaran TNI AL dalam rangka menciptakan pelaut yang handal.
Pada tahun 1964 dan 2012 KRI Dewaruci telah melaksanakan pelayaran Muhibah keliling dunia dengan mengarungi 7 samudera dan 5 Benua yang di awaki 37 ABK yang di pimpin oleh Letkol (P) Sumantri dengan 78 Kadet Taruna/i Akademi Angkatan Laut dan pelayaran kedua di laksanakan pada tahun 2012 tepatnya 48 tahun dalam pelayarannya dan membawa 101 orang Taruna AAL dan 77 ABK yang di pimpin oleh Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto.
Nama Kapal Dewaruci ini di ambil dari suatu nama dalam kisah pewayangan Jawa yang di akui oleh UNESCO dan masuk kedalam daftar Reprensitatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia (Intangible Cultural Heritage) pada tahun 2003. Berbagai prestasi bertaraf internasional yang pernah di raih oleh kapal ini dan salah satunya penghargaan Internasional yang paling bergengsipun pernah di raih pada event Cutty Shark Trophy saat tall ships race di Australia pada tahun 1998
Hingga tahun 2022 KRI Dewaruci melaksanakan pelayaran jalur rempah bekerja sama dengan kemendikbudparekraf untuk min menelusuri jalur rempah nenek moyang zaman dahulu. Saat ini yang menjadi komandan KRI Dewaruci adalah Mayor Laut (P) Sugeng Harianto.
Program jalur rempah ini mencakup berbagai lintasan jalur budaya yang melahirkan peradaban global dan menghidupkan kembali peran masyarakat Nusantara berabad-abad lampau dan program ini bertekad keras menghidupkan kembali narasi sejarah dengan memperlihatkan peran Budaya Nusantara dalam pembentukan jalur rempah di berbagai wilayah perdagangan rempah.
Muhammad Ifari Karsa Asal Banda Aceh adalah salah satu dari 75 Laskar, yang termasuk di dalam Pasukan Kayu Manis, mengatakan harapannya bagi pemuda aceh khususnya, Aceh yaitu gerbang utama dan titik sentral ketika orang berlayar, perlu di ketahui jalur rempah ini bukan hanya tentang ekonomi dan perdagangan saja seperti merica lada tapi jauh dari pada itu, disitu terdapat nilai politik, diplomasi dan nilai budaya yang harus di bawa.
"Karena para pedagang dulu dengan lada secupak kita sudah dapat meriam dan jauh dari pada itu Budaya diplomasi dan politik itu hal yang lebih besar jika dibanding dengan rempah itu sendiri didalam jalur perdagangan," katanya.
Adapun rangkaian acara yang mereka ikuti yaitu pentas seni, Ship tour KRI Dewaruci bagi masyarakat kota Sabang dan mengunjungi tempat-tempat wisata seperti kawah gunung api jaboi, kunjungan ke Museum BPKS Sabang dan berakhir pada pelepasan kapal Dewaruci pada tanggal 26 Juni 2024 pukul 15.00WIB yang berlayar menuju Malaka.
Dalam konteks ini Muhibah Budaya Jalur Rempah hadir bukan tidak hanya mengembangkan budaya tetapi juga dapat memperkuat diplomasi budaya baik didalam negeri maupun di tingkat Internasional dan Rempah-rempah merupakan bukti sejarah yang menjadikan Indonesia sebagai poros perdagangan dunia yang di lakukan melalui jalur maritim serta Muhibah Budaya yang di arahkan untuk mengembalikan Indonesia ke pusat perhatian Global sebagai ajang promosi Kekayaan Budaya Sebagai daya tarik utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....