Sabang Pulau Kecil dengan Wisata Sejarah Seribu Benteng
- 04 Jun 2024 20:19 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Sabang, Pulau kecil yang memiliki kekayaan destinasi wisata, salah satunya wisata sejarah. Pulau Weh Sabang disebut pulau seribu benteng, julukan ini diberikan karena pulau ini memiliki banyak peninggalan sejarah berupa benteng yang dibangun pada masa penjajahan pemerintah Jepang tahun 1942 – 1944. Banyaknya benteng-benteng yang ada disekitar pantai, pegunungan, bahkan ditengah kota, menjadikan pulau ini selalu menjadi peminat para penikmat wisata sejarah.
Albina, salah seorang pemerhati sejarah di Kota Sabang mengungkapkan, hampir semua pantai di Kota Sabang terdapat benteng yang memiliki meriam dan persenjataan sejenis lainnya. Digunakan untuk pertahanan perang dari serangan sekutu, fungsinya berbeda-beda, ada yang dijadikan sebagai tempat pengumpulan persenjataan, seperti penyimpanan alat-alat tempur atau amunisi, dan juga dijadikan sebagai tempat persembunyian.
Ada juga benteng yang dijadikan tempat pertahanan, ditandai dengan adanya meriam dan senjata api, begitu juga dengan benteng yang dijadikan sebagai tempat komunikasi, yang ditandai dengan adanya alat komunikasi. “Julukan kota seribu benteng karena banyak terdapat berbagai macam benteng-benteng peratahanan, seperti Benteng di kawasan Anoitam, Benteng di Meutio Desa Cot Ba’u, Benteng dan Meriam di Ujong Asam atau kawasan Sabang fair. Benteng yang ada di Bandara Cot Bau, juga terdapat beberapa benteng dan terowongan yang menghubungkan masing-masing benteng” ungkap Albina, Selasa (4/6/2024).

Sementara Kawasan perbukitan Gunung Cot Labu yang berada di Desa Krueng Raya, kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, juga terdapat banyak benteng-benteng dan bunker peninggalan Jepang, terdiri dari bangunan gudang senjata, pos senapan mesin, bunker tentara dan fasilitas lainnya. Hal ini dijelaskan oleh Irwansyah, Ketua Pokdarwis Desa setempat. “Di Gunung Cot Labu ini Jepang dulu membangun fasilitas pertahanan masa perang dunia II, dengan tujuan dan fungsi utamanya sebagai basis pertahanan udara, guna melindungi Bandara Udara di kawasan Cot Ba’u, yang saat itu dijadikan sebagai armada pertahanan udara dengan puluhan pesawat tempur dan pesawat pengangkut milik Jepang yang bermaskas di lapangan udara tersebut” jelas Irwansyah.
Irwansyah menambahkan, di Pusat Pertahanan Gunung Cot Labu ini Jepang melengkapi diri dengan fasilitas senjata anti pesawat, meriam darat dan berbagai altileri pertahanan lainnya yang diperkirakan sekitar tahun 1939-1945. Disinyalir selain sebagai basis pertahanan udara, di Gunung Labu juga terdapat bangunan bunker bawah tanah yang difungsikan untuk menyimpan logistik perang.
Meskipun benteng yang berada dikota Sabang tidak mencapai seribu seperti julukan sebagai kota seribu benteng, mungkin sekitar ratusan. Namun, ada benteng yang berada dalam satu lokasi yang berjumlah banyak, seperti benteng di Cot Bau lebih dari 10 benteng, Benteng di Sabang fair, ada lebih dari 6 benteng. Di Cot Labu, ada 8 unit benteng yang tersebar dan saling menyatu membentuk sebuah pola basis pertahanan, serta ratusan benteng lainnya.
Selain benteng-benteng tersebut, masih banyak lagi peninggalan sejarah lainnya di Pulau Sabang, seperti mercusuar, gua Jepang, dan kuburan Belanda. Pulau Sabang merupakan tempat yang ideal bagi para pecinta sejarah untuk mempelajari sejarah Indonesia dan Aceh khususnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....