Tradisi Tidur Siang Jadi Daya Tarik Khas Wisata Sabang

  • 31 Agt 2026 21:50 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Kebiasaan beristirahat pada siang hari atau yang dikenal dengan istilah Eh Leuho menjadi salah satu karakter sosial unik masyarakat Kota Sabang. Memasuki tengah hari hingga menjelang sore, deretan pertokoan di pusat kota memilih tutup sejenak dan lalu lintas jalanan perlahan melengang.

Ritme kehidupan ini sejatinya berakar dari sejarah panjang Sabang pada masa kejayaan pelabuhan bebas. Kala itu, aktivitas bongkar muat kapal dan perdagangan kerap berlangsung hingga malam bahkan dini hari, sehingga warga memanfaatkan waktu siang untuk memulihkan stamina.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menilai kebiasaan Eh Leuho merupakan bagian dari identitas sosial budaya yang membedakan Sabang dari daerah lain. Menurutnya, kota yang lengang pada siang hari bukanlah tanda lesunya perekonomian, melainkan jeda alami masyarakat sebelum melanjutkan aktivitas.

"Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pantai, snorkeling, diving, atau panorama Pulau Weh. Mereka juga berhadapan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat yang memiliki karakter tersendiri," kata Zulkifli, Senin 31 Agustus 2026.

Zulkifli menekankan pentingnya menyajikan informasi yang jelas kepada para pengunjung mengenai jam operasional toko dan tempat makan. Pemahaman yang tepat melalu sarana promosi maupun media digital akan membantu wisatawan menyesuaikan agenda perjalanan mereka tanpa mengurangi kenyamanan.

Pemerintah Kota Sabang berharap keunikan Eh Leuho tetap lestari di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata. Nilai-nilai kearifan lokal ini justru menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat identitas Pulau Weh sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....