Menikmati Senja dari Sabang Hill, Panorama Laut Pulau Weh dari Ketinggian
- 31 Agt 2026 17:57 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Matahari perlahan turun di balik garis perbukitan ketika cahaya keemasan mulai memantul di permukaan laut. Dari kawasan Sabang Hill, pemandangan tersebut menghadirkan cara berbeda untuk menikmati sore di Kota Sabang.
Hamparan laut yang terbentang luas menjadi bagian paling menonjol dari panorama kawasan perbukitan tersebut. Dari ketinggian, garis pantai, pepohonan dan gugusan perbukitan terlihat menyatu dengan laut yang berubah warna mengikuti pergerakan cahaya matahari.
Kawasan Sabang Hill berada di Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Letaknya yang berada di kawasan perbukitan membuat tempat ini memiliki sudut pandang luas ke arah Teluk Sabang.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan Sabang Hill merupakan salah satu kawasan yang memiliki perpaduan antara potensi wisata alam dan nilai sejarah.
Menurutnya, berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kawasan Sabang, Sabang Hill merupakan kawasan perbukitan di Gampong Kuta Barat yang menghadap langsung ke Teluk Sabang.
“Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kawasan Sabang, Sabang Hill merupakan kawasan perbukitan di Gampong Kuta Barat yang menghadap langsung ke Teluk Sabang,” ujar Harry
Kawasan tersebut juga memiliki nilai sejarah karena terdapat Sabang Hill Hotel yang menjadi bagian dari jejak sejarah perkembangan Kota Sabang.
Harry menjelaskan, bangunan Sabang Hill Hotel telah berdiri sejak 1920 dan pada awalnya merupakan bangunan milik belanda yang digunakan sebagai fasilitas komunikasi telegram pada masa kolonial.
Situs pariwisata Indonesia.travel menyebut kawasan Sabang Hill berada sekitar 82 meter di atas permukaan laut. Posisi tersebut memberikan sudut pandang yang lebih luas bagi pengunjung untuk melihat bentang Pulau Weh. Data Sistem Informasi Pariwisata Nasional Kementerian Pariwisata juga mencatat Sabang Hill Hotel di Jalan Cut Ali, Kebun Merica, Kota Sabang.
Perpaduan antara panorama alam dan sejarah tersebut membuat Sabang Hill memiliki karakter yang berbeda dibandingkan destinasi wisata yang hanya mengandalkan keindahan alam.
Dari kawasan perbukitan, wisatawan dapat menikmati bentang Teluk Sabang dalam perspektif yang lebih luas. Laut terbuka, garis pantai, pepohonan dan perbukitan menjadi satu lanskap yang dapat dinikmati dari ketinggian.
Sore hari menjadi salah satu waktu menarik untuk menikmati kawasan tersebut. Ketika matahari mulai mendekati cakrawala, warna langit perlahan berubah dari biru menjadi keemasan.
Pantulan cahaya matahari di permukaan laut kemudian menciptakan garis terang yang bergerak mengikuti perubahan posisi matahari. Bagi pencinta fotografi, perubahan cahaya tersebut menghadirkan banyak kemungkinan untuk mengabadikan lanskap Pulau Weh.
Pemandangan dari Sabang Hill memperlihatkan bagaimana Pulau Weh dapat dinikmati dari sudut pandang yang berbeda. Jika pantai menghadirkan pengalaman berada dekat dengan laut, kawasan perbukitan menawarkan perspektif yang lebih luas terhadap bentang alam.
Bagi wisatawan, momen tersebut tidak selalu membutuhkan aktivitas yang banyak. Duduk menikmati pemandangan, mengabadikan perubahan warna langit atau sekadar membiarkan waktu berjalan perlahan menjadi bagian dari pengalaman.
Selain panorama, keberadaan Sabang Hill Hotel memberikan dimensi sejarah bagi kawasan tersebut.
Bangunan yang telah berdiri sejak 1920 itu menjadi bagian dari jejak masa lalu Sabang. Keberadaannya memperlihatkan bahwa kawasan perbukitan tersebut tidak hanya memiliki nilai dari sisi lanskap, tetapi juga menyimpan cerita mengenai perkembangan Kota Sabang pada masa lalu.
Harry mengatakan potensi sejarah dan alam tersebut perlu dipandang sebagai bagian yang saling melengkapi dalam pengembangan pariwisata.
Menurutnya, destinasi wisata tidak selalu harus dibangun dengan menambahkan banyak fasilitas baru. Karakter alami dan sejarah yang sudah ada justru dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dan dikemas secara tepat.
“Potensi alam dan sejarah yang ada merupakan bagian dari kekuatan Sabang. Tinggal bagaimana kita mengemasnya sehingga menjadi pengalaman yang menarik bagi wisatawan,” ujar Harry.
Saat ini, aset Sabang Hill Hotel juga diarahkan untuk optimalisasi dan revitalisasi sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata Kota Sabang.
Upaya tersebut membuka peluang bagi kawasan Sabang Hill untuk dikembangkan sebagai ruang yang mempertemukan wisata alam, sejarah dan panorama kota dalam satu kawasan.
Keberadaan kawasan bersejarah yang berpadu dengan panorama alam membuat Sabang Hill memiliki dua sisi daya tarik. Wisatawan dapat menikmati lanskap Pulau Weh sekaligus mengenal bagian dari sejarah perkembangan Sabang.
Keindahan tersebut menunjukkan bahwa daya tarik wisata Sabang tidak hanya berada di bawah permukaan laut atau sepanjang garis pantainya. Perbukitan, kawasan hijau, panorama kota, sejarah dan bentang perairan menjadi satu kesatuan lanskap yang membuat Pulau Weh memiliki banyak sudut untuk dijelajahi.
Ketika matahari akhirnya menghilang di balik cakrawala, suasana di Sabang Hill perlahan berubah. Cahaya terang berganti warna senja, sementara laut tetap terbentang luas di hadapan mata.
Momen sederhana itu menjadi salah satu cara menikmati Sabang dari ketinggian. Di sana, pergantian hari berlangsung perlahan, ditemani bentang Teluk Sabang dan perbukitan Pulau Weh yang perlahan diselimuti cahaya senja.
Sabang Hill pada akhirnya bukan hanya tentang melihat matahari tenggelam. Dari satu titik di atas bukit, wisatawan dapat melihat alam sekaligus membaca sebagian cerita panjang Kota Sabang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....