Dispar Sabang Promosikan Kuliner Lokal sebagai Daya Tarik Wisata
- 23 Agt 2026 00:27 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Dinas Pariwisata Kota Sabang mendorong kuliner tradisional menjadi bagian dari daya tarik wisata di Kota Sabang. Jajanan khas masyarakat dinilai dapat melengkapi pengalaman wisatawan saat mengunjungi destinasi yang menawarkan sejarah, budaya dan panorama alam.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan potensi kuliner lokal perlu terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan budaya dan pariwisata. Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba'u 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan makanan tradisional kepada masyarakat dan wisatawan.
Menurut Harry, kuliner tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap kegiatan wisata. Produk makanan khas juga memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat yang mengembangkannya.
“Jajanan khas daerah bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang dapat kita kenalkan kepada wisatawan,” kata Harry, Sabtu 22 Agustus 2026.
Ia menilai pengembangan kuliner lokal semakin relevan dengan rencana pengembangan kawasan Benteng Batere A sebagai destinasi wisata baru. Kawasan tersebut memiliki potensi untuk menggabungkan wisata sejarah, panorama, budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Harry mengatakan wisatawan yang datang ke kawasan tersebut nantinya tidak hanya menikmati pemandangan Teluk Sabang atau mengenal sejarah benteng. Mereka juga dapat menikmati berbagai makanan tradisional yang disiapkan masyarakat setempat.
Karena itu, ia mendorong jajanan khas yang saat ini muncul dalam kegiatan festival dapat dikembangkan menjadi produk yang tersedia secara rutin. Kehadiran kuliner secara berkelanjutan dinilai dapat membuat kawasan wisata lebih hidup dan memberikan alasan bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama.
“Harapannya jajanan tradisional ini tidak hanya muncul saat festival, tetapi bisa terus dikembangkan dan tersedia di kawasan wisata,” ujarnya.
Menurut Harry, pengembangan tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM dan kelompok masyarakat, termasuk perempuan yang selama ini memiliki keterampilan mengolah makanan tradisional. Aktivitas ekonomi tersebut dapat tumbuh seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.
Ia menambahkan promosi kuliner perlu dilakukan secara konsisten melalui agenda pariwisata maupun kegiatan masyarakat. Pemerintah gampong dan pelaku usaha juga perlu berkolaborasi untuk menjaga kualitas, penyajian dan keberlanjutan produk lokal.
Harry berharap pengembangan kuliner berbasis potensi lokal dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Dengan demikian, makanan tradisional tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari produk wisata Kota Sabang.
Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba'u 2026 yang berlangsung di kawasan Benteng Batere A menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi, kuliner dan potensi wisata dapat dipadukan dalam satu kegiatan. Konsep tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memperkuat daya tarik destinasi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....