Ketua Pokdarwis Sebut Kios di KM Nol Berstatus Bangunan Liar
- 31 Jul 2026 21:00 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Keberadaan deretan kios suvenir di kawasan wisata Nol Kilometer Indonesia kembali menjadi perhatian. Hal itu mencuat setelah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) KM Nol Indonesia, Tarmizi, menyebut kios-kios tersebut sebagai bangunan liar.
Saat ditemui di Pos Retribusi KM Nol Indonesia, Tarmizi mengatakan kios yang ditempati pedagang bukan merupakan bangunan sewa. Ia menyampaikan bangunan tersebut sewaktu-waktu dapat dibongkar apabila diperlukan oleh pihak pengelola kawasan.
"Itu tidak sewa. Kalau BKSDA perlu akan dibongkar," kata Tarmizi.
Ketika ditanya mengenai status bangunan tersebut, Tarmizi menjawab singkat bahwa kios-kios itu merupakan bangunan liar.
"Iya, bangunan liar," ujarnya.
Kawasan Nol Kilometer Indonesia merupakan bagian dari Taman Wisata Alam yang pengelolaan retribusi pengunjung berada di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Di lokasi itu tampak deretan kios yang digunakan pedagang untuk menjual berbagai suvenir kepada wisatawan.
Salah seorang pedagang yang ditemui di kawasan tersebut mengaku tidak mengetahui status bangunan yang ditempatinya. Ia juga tidak memberikan penjelasan mengenai mekanisme penggunaan kios.
"Saya cuma orang jaga, saya nggak tahu," katanya.
Pernyataan Ketua Pokdarwis tersebut memunculkan pertanyaan mengenai status bangunan yang berada di kawasan konservasi. Hingga berita ini ditulis, RRI masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak BKSDA terkait status kios, mekanisme pemanfaatan kawasan, serta langkah yang akan dilakukan terhadap bangunan yang disebut sebagai bangunan liar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....