Mahasiswa Poltekpar Medan Luncurkan E-Book Wisata Jaboi Sabang
- 22 Mei 2026 06:30 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Mahasiswa Program Studi Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata Medan yang melaksanakan kegiatan Field Project Study (FPS) di Desa Wisata Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, meresmikan Katalog E-Book Desa Wisata Jaboi 2026 dan Tourism Map Desa Jaboi. Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung promosi pariwisata berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua kelompok Sadar Wisata Gampong Jaboi Hidayatullah kepada RRI mengatakan, Peluncuran katalog digital itu dilakukan sebagai upaya memperkenalkan berbagai potensi unggulan Desa Wisata Jaboi kepada wisatawan. Katalog E-Book memuat informasi mengenai destinasi wisata alam, budaya, wisata religi, produk UMKM, homestay, hingga paket wisata yang tersedia di desa tersebut.
"Kehadiran katalog digital diharapkan mampu mempermudah wisatawan dalam mengenal potensi wisata Desa Jaboi secara lebih luas. Selain itu, media promosi berbasis digital tersebut juga dinilai dapat meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan ke Kota Sabang, khususnya kawasan Desa Wisata Jaboi," kata Hidayatullah, Kamis 21 Mei 2026.
Selain katalog digital, mahasiswa FPS Poltekpar Medan juga meresmikan Tourism Map Desa Wisata Jaboi. Peta wisata tersebut dirancang untuk membantu wisatawan mengetahui titik lokasi destinasi wisata, akses perjalanan, serta potensi unggulan yang tersebar di kawasan Desa Jaboi sehingga perjalanan wisata menjadi lebih efektif dan terarah.
Desa Wisata Jaboi dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Pulau Weh yang memiliki potensi wisata alam dan budaya yang beragam. Sejumlah destinasi yang menjadi daya tarik utama di antaranya Gunung Api Jaboi, Kolam Air Panas, Pantai Batee Tamon, kawasan mangrove, hingga wisata religi dan tradisi masyarakat yang masih terjaga.
"Selain sektor wisata, Desa Jaboi juga memiliki berbagai produk UMKM lokal seperti bakpia, ikan asin, dodol, keripik, kerajinan tangan, dan produk olahan khas lainnya. Untuk mendukung pengembangan wisata berbasis pengalaman, mahasiswa FPS turut menyusun sejumlah paket wisata unggulan seperti Volcano Tour, paket edukasi produk lokal dan budaya masyarakat, hingga wisata bahari berupa snorkeling dan paddle board di Pantai Batee Tamon," terangnya.
Mahasiswa FPS juga membantu pengembangan branding produk lokal berupa sabun belerang khas Desa Jaboi yang memanfaatkan potensi sumber daya alam di kawasan Gunung Api Jaboi. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu oleh-oleh khas yang memiliki nilai ekonomi sekaligus daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Jaboi.
Selama pelaksanaan FPS, mahasiswa bersama masyarakat melakukan observasi lapangan, pengumpulan data, dokumentasi destinasi wisata, pemetaan kawasan desa, hingga penyusunan desain katalog dan tourism map secara kolaboratif. Melalui peluncuran Katalog E-Book dan Tourism Map Desa Wisata Jaboi, mahasiswa Politeknik Pariwisata Medan berharap potensi wisata desa tersebut semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata serta ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....