Taman Ria, Jejak Sejarah Sabang dari Masa Kolonial
- 30 Apr 2026 19:38 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang: Taman Ria menjadi salah satu ruang publik bersejarah yang menyimpan jejak panjang perjalanan Kota Sabang sejak masa kolonial. Lokasinya yang strategis di pusat kota menjadikan taman ini bagian dari memori kolektif masyarakat lintas generasi.
Pemerhati sejarah Kota Sabang, Jamin Seda, menjelaskan taman ini telah mengalami berbagai perubahan nama dan fungsi sejak pertama kali dibangun. Ia menyebut keberadaan taman mencerminkan dinamika sosial dan perkembangan kota selama lebih dari satu abad.
“Taman ini awalnya bernama Taman Raja-Raja dan menjadi fasilitas rekreasi bagi pejabat kolonial. Di dalamnya terdapat kursi ratu yang didedikasikan untuk Ratu Wilhelmina,” kata Jamin, Kamis 30 April 2026.
Taman Raja-Raja dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1896 saat Sabang berkembang sebagai pelabuhan strategis. Dengan arsitektur bergaya Eropa dan tata ruang rapi, taman ini menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat kala itu.
Memasuki masa pascakemerdekaan, pemerintah setempat mengganti nama taman menjadi Taman Gembira pada tahun 1970. Perubahan ini menandai pergeseran identitas dari nuansa kolonial menuju semangat nasional.
“Nama Taman Gembira mencerminkan optimisme masyarakat Sabang pada masa pembangunan. Taman ini kemudian menjadi ruang berkumpul keluarga dan pusat kegiatan warga,” ujar Jamin.
Pada dekade berikutnya, nama taman kembali berubah menjadi Taman Ria yang digunakan hingga saat ini. Fungsinya berkembang sebagai ruang rekreasi dengan fasilitas bermain, jalur santai, dan area berkumpul masyarakat.
Meski sempat mengalami penurunan kunjungan seiring munculnya destinasi wisata baru, Taman Ria tetap memiliki nilai sejarah yang kuat. Upaya revitalisasi oleh warga dan dukungan berbagai pihak diharapkan mampu menghidupkan kembali peran taman sebagai ikon wisata sejarah dan ruang publik Kota Sabang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....