Okupansi Hotel di Sabang Anjlok Drastis pada Nataru

  • 31 Des 2025 12:11 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Tingkat hunian kamar atau okupansi hotel di Kota Sabang mengalami penurunan signifikan pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Bencana alam berupa banjir besar Aceh disinyalir menjadi penyebab utama banyaknya calon wisatawan yang membatalkan pesanan kamar di Kota yang dijuluki Pulau Weh itu.

Kondisi sulit ini sebagaimana dirasakan oleh Pasifik Hotel Sabang, yang terletak di pusat Kota Sabang. Leader Pasifik Hotel Linda Andriani saat diwawancarai RRI mengungkapkan tingkat hunian tahun ini berbanding terbalik dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Terangnya, jumlah tamu tahun ini sangat kontras jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

"Sangat berbeda jauh. Jika tahun lalu okupansi kita mencapai angka 90 persen, tahun ini turun drastis ke angka 20 persen. Bahkan, dari total 27 kamar yang kami miliki, hari ini hanya satu kamar yang terisi oleh tamu asal Medan," kata Linda, Rabu (31/12/2025).

Linda menambahkan pemesanan kamar sebenarnya sudah dilakukan wisatawan sejak beberapa bulan lalu untuk menginap pada Desember hingga Januari. Hampir seluruh pesanan tersebut dibatalkan oleh tamu dengan alasan khawatir terhadap kondisi cuaca dan bencana alam, meskipun pihaknya menawarkan harga kamar mulai dari 180 ribu rupiah dan minat wisatawan masih tetap rendah.

Padahal, pada akhir pekan sebelumnya, pihaknya sempat mencatat adanya pengisian sebanyak sembilan kamar. Saat memasuki puncak pergantian tahun, tren tersebut justru menurun dan belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan pesanan kembali.

"Biasanya di tanggal-tanggal seperti ini kami sudah full booking hingga hari-hari berikutnya. Tamu-tamu yang sudah booking sejak lama terpaksa kami cancel semua. Mereka takut karena berita-berita bencana banjir di Aceh. Akibatnya, pesanan untuk malam pergantian tahun yang biasanya sudah penuh sejak jauh hari, kini sepi peminat," tambahnya.

Meski pada akhir pekan sebelumnya sempat tercatat ada kamar yang terisi, tren tersebut tidak berlanjut hingga puncak liburan. Pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai upaya promosi melalui media sosial seperti WhatsApp dan Instagram, serta berkoordinasi dengan agen atau travel perjalanan. Akan tetapai pihak agen travel juga melaporkan kondisi serupa terkait minimnya kunjungan wisatawan.

Penurunan okupansi ini menjadi tantangan berat bagi para pelaku usaha jasa penginapan di Pulau Weh, Sabang. Para pengelola hotel berharap kondisi segera membaik dan stabilitas pariwisata serta kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Sabang dapat segera pulih agar membangkitkan kembali geliat ekonomi di sektor pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....