Wisata Bahari Akhir Tahun, Antara Peluang dan Tantangan
- 27 Des 2025 04:38 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Kunjungan wisata ke Kota Sabang pada penghujung tahun 2025 terpantau menurun. Dampak bencana alam di sejumlah wilayah Aceh dan sekitarnya membuat suasana destinasi wisata bahari di Sabang terasa lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Sabang, Murdiana, mengatakan penurunan tersebut sudah diperkirakan sejak awal. Menurutnya, sebagian besar wisatawan Sabang berasal dari wilayah daratan Aceh dan Sumatera Utara yang dalam sebulan terakhir terdampak banjir bandang dan tanah longsor, sehingga mobilitas perjalanan ikut terganggu.
“Situasi bencana di beberapa daerah sangat memengaruhi pergerakan wisatawan, terutama pada momentum akhir tahun. Pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan dan menjaga kesiapan destinasi wisata,” ujar Murdiana, Minggu (27/12/2025).
Kondisi sepi juga dirasakan langsung oleh pelaku wisata bahari di lapangan. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Iboih, Tarmizi, menyebut aktivitas wisata laut masih berjalan, namun dengan jumlah pengunjung yang jauh lebih sedikit dibandingkan musim liburan sebelumnya.
“Kunjungan memang menurun. Wisatawan yang datang tetap kami layani, tetapi tidak seramai tahun-tahun lalu. Pelaku wisata menyesuaikan operasional sambil tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas layanan,” kata Tarmizi.
Meski menghadapi penurunan kunjungan, sektor wisata bahari Sabang dinilai masih memiliki peluang untuk bangkit. Keindahan alam serta komitmen pelaku wisata dan masyarakat menjadi modal penting dalam menghadapi situasi sulit.
Menatap tahun baru, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku wisata diharapkan mampu mendorong pemulihan pariwisata Sabang. Di tengah tantangan yang ada, Sabang tetap menyimpan potensi besar sebagai destinasi bahari unggulan di ujung barat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....