Danau Aneuk Laot, Permata Air Tawar di-Pulau Weh

  • 31 Agt 2025 19:08 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Danau Aneuk Laot di Pulau Weh, Kota Sabang, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik perhatian pengunjung. Sebagai danau air tawar terbesar di Sabang dengan luas sekitar 38 hektar, Aneuk Laot menawarkan panorama alam asri, udara sejuk, serta suasana tenang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

Dikelilingi perbukitan hijau, air danau yang jernih kerap memantulkan langit biru. Keindahan inilah yang membuat danau tersebut kerap disebut sebagai permata tersembunyi Sabang. Di lokasi ini, pengunjung dapat berenang, memancing, atau sekadar bersantai menikmati suasana.

Samsul, warga setempat kepada RRI mengatakkan, masyarakat sekitar masih mengandalkan danau tersebut sebagai sumber kehidupan. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, air danau ini juga menopang usaha kecil, termasuk warung dan kebun warga. Jadi bukan hanya indah, tapi juga bermanfaat.

“Walaupun dikelilingi lautan, air di danau ini tetap bersih dan menjadi sumber air penting bagi kami. Selain itu, Aneuk Laot juga gratis tanpa biaya masuk sehingga ramah untuk semua kalangan.” kata Samsul Minggu, (31/8/2025).

Sementara itu Rifai Alafanta, seorang mahasiswa yang berkunjung bersama teman-temannya mengaku puas bisa menikmati suasana danau tanpa harus merogoh kocek besar.

“Kalau di Sabang, biasanya orang langsung ke pantai. Tapi disini beda, bisa lihat danau luas, tenang, dan segar. Cocok sekali untuk bersantai bareng kawan, apalagi gratis,” katanya sambil tersenyum.

Nama “Aneuk Laot” yang berarti “anak laut” dalam bahasa Aceh, diambil karena bentuknya menyerupai laut kecil yang terpisah dari lautan lepas. Danau ini tidak hanya menyimpan nilai ekologis, tetapi juga kaya dengan cerita rakyat. Salah satu legenda menyebutkan danau terbentuk dari doa seorang putri yang melepaskan perhiasannya ke tanah tersebut agar bisa ditanami masyarakat. Cerita lain menyangkut masa penjajahan Jepang, di mana sejumlah tentara disebut hilang saat mengukur kedalaman danau, menambah aura mistis kawasan ini.

Secara geologi, Aneuk Laot diyakini merupakan bekas kepundan gunung berapi mati yang terisi air hujan. Kini, air danau tetap mengalir melalui celah-celah batuan dasar tanpa memiliki sungai masuk, menjadikannya unik di Pulau Weh.

Flora dan fauna pun tumbuh subur di sekitar danau. Pohon mahoni, karet, dan kelapa menaungi area tepian, sementara burung pipit dan kutilang kerap terdengar bersahutan. Danau ini juga menjadi habitat ikan air tawar, seperti ikan mas, nila, hingga gurami dan lele yang kerap menjadi incaran pemancing.

Walau fasilitas di kawasan ini masih sederhana, pengunjung sudah bisa menikmati area parkir, toilet, mushola, serta warung makan yang menyediakan kuliner khas Aceh. Namun disisi lain, keberadaan Aneuk Laot menghadapi tantangan. Setiap tahun, permukaan air dilaporkan menurun cukup signifikan akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia. Pemerintah dan masyarakat terus berupaya menjaga kelestariannya, mengingat peran danau ini vital sebagai sumber air bersih bagi warga Sabang.

Selain keindahan dan sejarahnya, Desa Wisata Aneuk Laot juga pernah masuk dalam 75 nominasi terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Potensi wisata berbasis alam, budaya, dan kuliner menjadikan Aneuk Laot semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di ujung barat Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....