Membangun Kedewasaan dari Musibah

  • 02 Feb 2026 16:22 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Semua manusia pasti merasa sedih jika diterpa musibah. Musibah hadir karena Allah tau manusia sanggup menghadapinya, sebagaimana disebutkan bahwa Allah tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuannya.

Mengatakan bahwa musibah merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah. ”Musibah merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah, dan orang-orang beriman yang senantiasa berpikir pasti mengetahui hal ini. Selain itu, musibah menjadi penggugur dosa bagi yang mengalaminya,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 4 Banda Aceh, Jumat 16 Januari 2026.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa ujian yang berat justru diberikan kepada mereka yang paling dicintaik oleh Allah agar mereka memiliki kedudukan tinggi. Hadis Riwayat Ibnu Majah berbunti: “Sesungguhnya pahala besasr karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka.”

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk berdamai dengan keadaan yang ditimpa musibah dengan makin mendekatkan diri kepada Allah dan senantiasa memperbanyak zikir serta istighfar. Zikir dan istighfar bukan sekadar penggugur dosa, tapi juga pembuka jalan keluar dari kesulitan yang tidak disangka-sangka.

Musibah melatih kita untuk lebih bijaksana dan meningkatkan kualitas ibadah karena menyadari kekuasaan Allah. Musibah juga mengangkat derajat seseorang, sehingga lebih mampu menghadapi cobaan dalam hidup. Tentunya ketika diberikan cobaan, seseorang harus menyikapinya dengan terus  berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut, niscaya akan Allah membantu dengan kekuasaannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....