Akar Masalah Literasi Kita Bukan Sekadar Malas Membaca
- 01 Feb 2026 17:03 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Membaca sering disebut sebagai jendela dunia. Namun, meski akses terhadap informasi kini jauh lebih mudah dibandingkan generasi sebelumnya, namun minat membaca masyarakat justru mengalami tantangan yang luar biasa. Koordinator Relawan TBM RUMAN Aceh, Sabdi, S.Pd mengatakan bahwa saat ini banyak anak-anak disibukkan oleh gadget.
“Anak-anak zaman sekarang terpapar oleh gadget dan segala macam. Yang harusnya anak-anak banyak membaca, namun mereka teralihkan oleh gadget dan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Selasa (13/1/2026).
Ia juga menyinggung terkait pernyataan UNESCO yang pernah melaporkan mengenai rendahnya minat baca anak Indonesia, yang hanya 0,001 persen. Namun, menurutnya, hasil tersebut tidaklah valid. “Ini bukan merupakan hasil yang akurat dari UNESCO. Karena jika kita kalkulasikan, dari 0,001 persen, berarti dari seribu orang, hanya satu orang yang minat baca,” lanjutnya.
Menurutnya, terkadang bukan minat bacanya yang minim, tapi faktor sarana dan ekonomi. Ia menjelaskan jika sarana minim, otomatis orang yang membacapun terbatas. “Misalnya buku yang tersedia 100 namun, yang berminat mebbaca ada 200 orang, akhirnya tidak dapat tersalurkan ke semua orang,” jelasnya.
Kemudian faktor ekonomi juga menjadi sebuah kendala utama dalam dunia literasi. Banyak orang tua yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok, ditambah lagi jika harus membelikan buku bagi anak-anak mereka. Hal ini yang memperlebar jurang literasi di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....