Perempuan Lawan Patriarki dengan Pendidikan
- 22 Jan 2026 15:54 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Patriaki merupakan konstruksi sosial yang menempatkan laki-laki sebagai subjek yang superior, sementara perempuan ditempatkan pada posisi marginal dan pasif. Nisrina Salsabila, Ketua Departemen Seni Budaya Islam RMRB mengatakan bahwa pendidikan merupakan alat terbaik untuk membongkar pola pikir patriarki yang kaku.
“Lahirnya patriarki ini disebabkan oleh didikan orang tuanya. Terkadang perempuan bekerja di luar dan mengurus rumah tangga dianggap hal biasa. Namun, saat lelaki mengerjakan pekerjaan rumah tangga dianggap bukanlah hal yang pantas,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 2 Banda Aceh, Senin (12/1/2026).
Ia mengatakan, didikan orang tua sebelumnya bisa diputuskan oleh generasi sekarang dan mengajarkan kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan. Jika seorang ibu tidak terdidik, dikhawatirkan ia akan mewarisi pola asuh patriarki yang akan terus berulang ke generasi berikutnya.
Pendidikan bagi perempuan adalah “nyawa” dan alat utama untuk membentuk pola pikir. Seorang ibu yang terdidik akan melahirkan generasi yang berkualitas. Ia mempunyai ilmu dalam mendidik anak, menjaga Kesehatan fisik dan mental anak, serta memberikan teladan dan membentuk karakter yang baik.
Penting diingat bahwa perempuan yang berpendidikan bukan untuk menjadi saingan bagi laki-laki, melainkan untuk menjadi perempuan yang mandiri dan berdaya. Begitu juga, melawan patriarki bukan berarti perempuan ingin berkuasa di atas laki-laki, melainkan keinginan untuk menciptakan sistem yang setara dan tidak terikat dengan stereotip kuno.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....