Benarkah Perubahan Iklim Akibat Campur Tangan Manusia?
- 15 Jan 2026 16:53 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Fenomena perubahan iklim bukan lagi sekadar narasi masa depan, melainkan kenyataan yang sudah dirasakan melalui perubahan curah hujan, serta seringnya terjadi bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Kiki Surianti, yang merupakan Founder Hutan Hujan Aceh mengatakan ketidakpastian cuaca ini dapat kita lihat dari curah hujan dan suhu yang semakin sulit diprediksi.
“Saat ini kita sulit memprediksikan kapan bulan hujan dan kapan waktunya tidak hujan, karena yang harusnya kemarau tapi ternyata turun hujan dan sebaliknya. Kemudian perubahan suhu yang semakin panas, dan kadang-kadang panas namun tiba-tiba turun hujan,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Sabtu (20/12/2025).
Resiko banjir dan longsor meningkat seiring terjadinya cuaca ekstrem. “Curah hujan yang tinggi mempengaruhi debit air dan struktur tanah. Sehingga dataran tinggi mudah sekali terjadi longsor, dan di dataran rendah rentan terjadi banjir,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa sebenarnya alam bukan menjadi faktor utama terjadi bencana, melainkan merupakan dampak dari berbagai kegiatan manusia. Aktivitas pabrik, pembakaran batu bara, minyak bumi, melepaskan CO2 yang mengakibatkan perubahan iklim.
Kemudian alih fungsi lahan juga berpengaruh. Banyaknya alih fungsi lahan hutan primer menjadi lahan sawit mengakibatkan perubahan iklim yang sangat cepat karena penebangan pohon mengurangi penyerapan karbon serta merusak sistem hidrologi yang selama ini melindungi pemukiman dari banjir. Dengan kata lain, perubahan iklim dan bencana yang terjadi dominan disebabkan oleh campur tangan manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....